PADEK.JAWAPOS.COM — ParagonCorp menjadikan suara dan pengalaman konsumen sebagai salah satu sumber insight dalam mengembangkan produk, mulai dari formulasi hingga pengalaman penggunaan. Pendekatan tersebut diterapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, termasuk pemilik kulit sensitif, Gen Z, hingga konsumen pria.
Pemahaman terhadap kebutuhan konsumen diperoleh melalui berbagai titik interaksi. Mulai dari komunitas, aktivitas brand, masukan beauty influencer dan konsumen, hingga riset serta pengembangan yang dilakukan di laboratorium.
Berbagai masukan tersebut membantu ParagonCorp memahami kebutuhan konsumen secara lebih spesifik. Di antaranya terkait formula, tekstur, kenyamanan penggunaan, fungsi produk, hingga preferensi terhadap pengalaman dan nilai yang dibawa sebuah produk.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, mengatakan pemahaman terhadap konsumen menjadi bagian penting dalam proses inovasi.
“Bagi kami, memahami konsumen merupakan bagian penting dari proses inovasi. Apa yang mereka alami, butuhkan, dan harapkan menjadi salah satu input yang kami gunakan untuk melihat persoalan secara lebih mendalam,” ujar Sari dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, insight tersebut selanjutnya dibawa ke proses riset dan pengembangan untuk mencari pendekatan yang tepat, baik dari sisi formula, teknologi, maupun pengalaman penggunaan.
Kebutuhan Kulit Sensitif Jadi Dasar Pengembangan Produk
Pendekatan berbasis consumer insight salah satunya diterapkan dalam pengembangan produk LABORÉ. Brand tersebut berfokus pada kebutuhan konsumen dengan kulit sensitif.
Pemahaman terhadap kondisi kulit yang mudah mengalami rasa tidak nyaman, kemerahan, atau reaktif menjadi salah satu pertimbangan dalam menghadirkan formulasi yang memperhatikan efektivitas sekaligus kenyamanan penggunaan.
Melalui BiomeRepair™ TopiCalm Cream, LABORÉ menghadirkan formula dengan Encapsulated Microbiome Technology dan Vitamin B12. Formula tersebut ditujukan untuk membantu menenangkan kulit serta mendukung perawatan kulit yang mengalami ketidaknyamanan.
Sementara itu, GentleBiome™ Mild Cleanser dikembangkan dengan pendekatan non-soap, non-foam, bebas SLS/SLES, serta memiliki pH 5,5. Pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman membersihkan wajah yang lebih nyaman bagi konsumen dengan kulit yang mudah reaktif.
Kebutuhan konsumen terhadap perlindungan kulit juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan BiomeProtect Physical Sunscreen.
Produk tersebut menggunakan mineral filter berupa Zinc Oxide dan Titanium Dioxide sebagai alternatif perlindungan terhadap sinar matahari bagi konsumen yang membutuhkan pilihan sunscreen dengan pendekatan yang sesuai untuk kulit sensitif.
Consumer Insight Menjangkau Gen Z hingga Konsumen Pria
Pemahaman terhadap konsumen juga diterapkan pada kelompok usia dan gaya hidup yang berbeda. Pada Tavi, misalnya, insight dari konsumen Generasi Z menunjukkan kebutuhan terhadap produk yang memadukan efektivitas dengan pengalaman penggunaan yang gentle, praktis, dan relevan dengan gaya hidup mereka.
Konsumen muda juga semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan serta nilai yang dibawa sebuah produk. Insight tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Tavi untuk menghadirkan pengalaman kecantikan yang lebih praktis bagi konsumen muda.
Salah satunya melalui produk yang menggabungkan fungsi skincare dan makeup serta memperhatikan aspek keberlanjutan.
Pendekatan serupa diterapkan Emina dalam memahami karakteristik konsumen usia muda. Emina melihat kebutuhan konsumen yang mulai mengenal skincare dan makeup terhadap produk yang ringan, nyaman digunakan, sesuai dengan kebutuhan kulit muda, serta terjangkau.
Pemahaman tersebut terus diperbarui melalui interaksi dengan komunitas. Salah satunya melalui Emina Girl Gang Ambassador (EGGA) yang menjadi ruang bagi tim untuk memperoleh perspektif dan masukan langsung dari remaja.
Sementara itu, pengembangan Kahf melihat perubahan perilaku pria yang semakin memperhatikan perawatan diri. Konsumen pria membutuhkan produk yang praktis, fungsional, nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari, serta relevan dengan nilai yang mereka miliki.
Pemahaman tersebut turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan kategori personal care pria melalui Kahf.
Consumer Insight Dipadukan dengan Data dan Teknologi
Seiring perkembangan teknologi, cara ParagonCorp memahami konsumen juga semakin beragam. Dalam aktivitas seperti Beauty Science Tech, konsumen dapat berinteraksi langsung dengan teknologi AI-powered skin diagnostic.
Teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kulit secara lebih terukur, seperti tingkat dehidrasi, pigmentasi, maupun sensitivitas.
Interaksi tersebut sekaligus memberikan perspektif mengenai kebutuhan perawatan kulit, preferensi terhadap bahan aktif, serta penerimaan konsumen terhadap pengalaman kecantikan yang semakin personal dan berbasis teknologi.
Bagi ParagonCorp, data dan insight dari berbagai titik interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memahami konsumen secara lebih menyeluruh.
Dengan menggabungkan perspektif konsumen dan kapabilitas riset serta pengembangan, perusahaan dapat terus mengevaluasi kebutuhan yang berkembang sekaligus mengeksplorasi pendekatan inovasi yang semakin relevan.
Pendekatan tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan perilaku konsumen yang berlangsung cepat. Konsumen tidak hanya mencari produk yang memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mengharapkan pengalaman yang nyaman, praktis, personal, dan selaras dengan nilai yang mereka percaya.
Pada momentum Hari Pelanggan Nasional 2026, ParagonCorp mengusung tema “Karena Kamu Berarti”. Tema tersebut melanjutkan pesan tahun sebelumnya, “Semua Berawal dari Kamu”, dengan menempatkan suara, cerita, pengalaman, dan kepercayaan pelanggan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan.
Bagi ParagonCorp, customer-centricity bukan hanya tentang mendengarkan apa yang disampaikan pelanggan. Lebih jauh, suara tersebut menjadi salah satu input untuk memahami kebutuhan di baliknya dan menerjemahkannya ke dalam proses riset, inovasi, serta pengembangan produk yang semakin relevan.(*)
Editor : Hendra Efison