RAPBD Payakumbuh 2027 Defisit Rp44,83 Miliar, Ditutup dari SiLPA 2026


PADEK.JAWAPOS.COM— Rancangan APBD Kota Payakumbuh 2027 mengalami defisit Rp44,83 miliar karena belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp834,05 miliar, lebih besar dibandingkan pendapatan Rp789,21 miliar.
Defisit tersebut direncanakan ditutup sepenuhnya melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp44,83 miliar.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dalam Rapat Paripurna penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 di Gedung DPRD Kota Payakumbuh, Senin (14/9/2026).
Dengan skema tersebut, pembiayaan neto RAPBD 2027 berada dalam posisi berimbang.
Pemerintah Kota Payakumbuh juga memproyeksikan tidak adanya SiLPA pada akhir tahun anggaran berkenaan.
Pendapatan Payakumbuh 2027 Rp789,21 Miliar
Dalam nota keuangan tersebut, Pendapatan Daerah Kota Payakumbuh pada 2027 ditargetkan sebesar Rp789,21 miliar.
Pendapatan itu terdiri atas Pendapatan Transfer sebesar Rp619,16 miliar yang bersumber dari transfer pemerintah pusat dan antardaerah, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp170,04 miliar.
Besarnya porsi Pendapatan Transfer membuat Pemko Payakumbuh menempatkan peningkatan kemandirian fiskal sebagai salah satu perhatian dalam penyusunan RAPBD 2027.
Elzadaswarman mengatakan peningkatan PAD tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar besaran penerimaan.
Upaya tersebut, menurutnya, harus dilakukan secara adil, transparan, dan akuntabel tanpa memberikan beban berlebihan kepada masyarakat maupun dunia usaha.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




