Rumah Tipe 36 dengan SEPABLOCK Diklaim Selesai 3 Minggu, Hemat Biaya 10 Persen

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:00 WIB
Stand pameran Sepablock dalam Festival Literasi Sumbar 2026 di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, 8–11 September 2026.
Stand pameran Sepablock dalam Festival Literasi Sumbar 2026 di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, 8–11 September 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM— Pembangunan rumah tipe 36 menggunakan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) diklaim dapat diselesaikan sekitar tiga minggu dengan biaya pembangunan yang lebih efisien hingga 10 persen.

Klaim tersebut disampaikan Kepala Unit Produksi BIP & Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra saat memperkenalkan SEPABLOCK dalam Festival Literasi Sumbar 2026 di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Selasa (8/9/2026).

Yelmi menjelaskan, efisiensi tersebut didukung oleh bentuk SEPABLOCK yang presisi dan sistem interlock yang membuat proses pemasangan lebih cepat dibandingkan metode konstruksi konvensional.

"SEPABLOCK memiliki bentuk presisi, pemasangan lebih cepat, hasil estetik, dan mampu menekan biaya pembangunan hingga 10 persen," ujar Yelmi.

Kebutuhan Material Rumah Tipe 36

Untuk pembangunan rumah tipe 36, kebutuhan material yang disebutkan sekitar 4.000 keping SEPABLOCK, 35 zak semen, dan 60 batang besi ukuran 10 milimeter.

Dengan kebutuhan tersebut, proses pembangunan rumah tipe 36 menggunakan SEPABLOCK disebut dapat diselesaikan sekitar tiga minggu.

Sistem interlock menjadi salah satu karakteristik utama SEPABLOCK. Bentuk bata yang presisi memungkinkan material disusun dengan sistem penguncian antarkomponen sehingga proses pemasangan dapat dilakukan lebih cepat.

Selain mempercepat pengerjaan, bentuk SEPABLOCK juga membuat tampilan dinding lebih rapi. Material tersebut bahkan dapat digunakan tanpa plester sesuai konsep bangunan.

Tidak Melalui Proses Pembakaran

Dari sisi material, SEPABLOCK tidak melalui proses pembakaran seperti bata merah. Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang dikaitkan dengan upaya menghadirkan alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

SEPABLOCK juga memiliki rongga pada bagian material yang disebut dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.

Dari sisi ketahanan, Yelmi menyebut SEPABLOCK telah melalui cyclic atau lateral load test Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari pengujian terhadap beban lateral.

Mulai Dilirik untuk Pembangunan Rumah

Efisiensi waktu dan biaya menjadi salah satu alasan SEPABLOCK mulai mendapat perhatian dari pengunjung Festival Literasi Sumbar 2026.

Rima Senditya Gewe, staf teknis/pengelola data di Bidang Perumahan Rakyat, dengan salah satu tugasnya mengelola data teknis seperti data RTLH serta melakukan monitoring SPM perumahan di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar, mengaku tertarik setelah melihat bentuk dan mendapat penjelasan mengenai material tersebut.

"Interlocking block atau SEPABLOCK ini cukup menarik, kalau dilihat dari bentukannya, ini kayaknya lebih hemat biaya dan kita tidak mengeluarkan dana yang lebih banyak daripada menggunakan bata biasa," katanya.

Rima mengatakan, pihaknya bahkan sedang mengajukan rencana penggunaan SEPABLOCK untuk kegiatan perbaikan rumah korban bencana pada 2027. Namun, rencana tersebut masih menunggu proses dan persetujuan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Sementara itu, pengunjung lainnya, Busnaidi dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, juga menyatakan ketertarikannya setelah mendapatkan penjelasan mengenai SEPABLOCK.

"Setelah melihat dan mendengarkan penjelasan, menurut saya SEPABLOCK sangat bagus. Kalau nanti membangun rumah, saya berencana menggunakannya," ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
material konstruksi hemat biaya pembangunan rumah tipe 36 SEPABLOCK Bata Interlock