PADEK.JAWAPOS.COM— Kapasitas budidaya ikan Kelompok Budidaya Ikan Insya Allah Maju di Hulu Banda, Jorong I Siguhung, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, meningkat setelah mendapat dukungan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat.
Jumlah bibit yang sebelumnya sekitar 10 ribu ekor dalam satu kolam kini meningkat menjadi 60 ribu ekor. Penguatan usaha tersebut diresmikan melalui program TJSL PLN di lokasi kelompok, Selasa (8/9/2026).
Kelompok tersebut telah menjalankan usaha budidaya ikan selama bertahun-tahun. Namun, keterbatasan modal, terutama untuk pengadaan benih dan pakan, masih menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan usaha.
Sebagian anggota bahkan masih bergantung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan sistem pembayaran setelah panen dan pola bagi hasil.
Dukungan TJSL PLN kemudian diarahkan untuk memperkuat usaha yang telah dibangun masyarakat, bukan memulainya dari awal.
General Manager PLN UID Sumatera Barat Ririn Rachmawardini mengatakan masyarakat telah memiliki pengalaman dan potensi untuk mengembangkan usaha budidaya ikan.
“Dukungan PLN kami hadirkan untuk memperkuat apa yang sudah mereka perjuangkan, sehingga kapasitas usaha dapat meningkat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ririn.
Empat Kolam Ditargetkan Hasilkan 7.500 Kilogram per Siklus
Pengembangan budidaya dilakukan pada empat kolam dengan luas masing-masing 400 meter persegi. Masa pemeliharaan ikan sekitar enam bulan dengan pola panen dua kali dalam setahun.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, hasil budidaya diproyeksikan mencapai 7.500 kilogram per siklus.
Produk kelompok selama ini dipasarkan ke sejumlah daerah, antara lain Bukittinggi, Pekanbaru, Padang, Jambi, Medan, dan Surolangun.
Staf Ahli Bidang SDM Kabupaten Agam Taslim, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Barat Bambang Santoso, Manager UP3 Bukittinggi Munawir Liling beserta jajaran, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam Rosva Deswita turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Agam menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai membantu memperkuat usaha masyarakat di sektor budidaya ikan.
Penguatan tersebut juga membuka ruang bagi peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Budidaya Berjalan Bersama Kepedulian Lingkungan
Selain mengembangkan usaha, kelompok juga menjalankan upaya menjaga lingkungan di sekitar lokasi budidaya.
Anggota rutin melakukan gotong royong membersihkan kolam dan saluran air.
Mereka juga mengimbau masyarakat tidak melakukan penyetruman atau peracunan ikan serta tetap menjaga kawasan lubuk larangan.
Ririn berharap dukungan TJSL PLN dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga dan mengembangkan usaha yang telah dimiliki.
“Kami berharap dukungan ini tidak berhenti pada satu kegiatan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dapat terus menjaga dan mengembangkan usaha yang dimiliki, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Ririn.
Program TJSL tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat sekaligus mendorong kelompok agar semakin mampu mengelola dan mengembangkan potensi budidaya ikan secara mandiri.(*)
Editor : Hendra Efison