Ikan Melimpah, Harga Bisa Turun: PN 3 Bersaudara Didorong Kembangkan Olahan Ikan

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 10:18 WIB
Tim PKMMUB bersama kelompok masyarakat PN 3 Bersaudara dalam kegiatan pengembangan usaha olahan ikan di Pasie Nan Tigo, Kota Padang, 13 September 2026.
Tim PKMMUB bersama kelompok masyarakat PN 3 Bersaudara dalam kegiatan pengembangan usaha olahan ikan di Pasie Nan Tigo, Kota Padang, 13 September 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM Hasil tangkapan ikan yang melimpah tidak selalu membuat pendapatan masyarakat pesisir meningkat. Keterbatasan penyimpanan dan meningkatnya pasokan di pasar justru dapat membuat ikan cepat rusak dan harga jual turun.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang (PKMMUB) yang dilaksanakan bersama kelompok masyarakat PN 3 Bersaudara di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, 13 September 2026.

Kegiatan dilakukan melalui diskusi langsung antara masyarakat dan tim pengabdian untuk memahami persoalan yang dihadapi dalam mengelola hasil perikanan. Salah satu masalah yang disampaikan masyarakat adalah kondisi ketika hasil tangkapan meningkat dalam jumlah besar.

Pada kondisi tersebut, jumlah ikan yang tersedia dapat melebihi kemampuan penyimpanan maupun daya serap pasar. Sementara itu, ikan merupakan bahan pangan yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak segera ditangani dengan baik.

Ketua PN 3 Bersaudara, Mutia Farinai, mengatakan keterbatasan penyimpanan membuat masyarakat harus segera menjual atau mengolah ikan setelah hasil tangkapan diperoleh.

“Ketika hasil tangkapan banyak, kami sering mengalami kesulitan dalam penyimpanan karena ikan mudah busuk. Pada kondisi seperti itu, harga ikan juga bisa mengalami penurunan karena jumlah ikan di pasar meningkat,” ujar Mutia dalam diskusi bersama tim pengabdian.

Kondisi tersebut membuat peningkatan jumlah tangkapan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan. Ketika ikan harus segera dipasarkan dalam waktu relatif singkat, masyarakat memiliki ruang yang terbatas untuk mempertahankan nilai jual hasil tangkapannya.

Pengolahan Jadi Alternatif

Melihat persoalan tersebut, tim pengabdian yang diketuai Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, M.S., mendorong PN 3 Bersaudara mengembangkan produk olahan ikan. Pengolahan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan dalam kondisi segar.

Wellyalina, S.T.P., M.P., menjelaskan hasil tangkapan yang melimpah dapat diarahkan menjadi produk olahan yang lebih tahan simpan dan memiliki peluang pasar lebih luas.

“Ketika hasil tangkapan ikan banyak, salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga agar ikan tersebut tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak mengalami kerugian akibat penurunan mutu,” ujar Wellyalina.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian dan PN 3 Bersaudara membahas pengembangan ikan kase crispy dan kerupuk ikan kase. Kedua produk itu menjadi alternatif pemanfaatan ikan lokal selain pengolahan dengan cara dikeringkan yang selama ini telah dilakukan masyarakat.

“Melalui pengolahan ikan menjadi produk seperti ikan kase crispy dan kerupuk ikan kase, masyarakat tidak hanya menjual hasil tangkapan sebagai ikan segar, tetapi juga dapat menciptakan produk baru yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelas Wellyalina.

Menurut dia, diversifikasi produk memberi masyarakat pilihan ketika hasil tangkapan sedang meningkat. Sebagian ikan dapat tetap dipasarkan dalam kondisi segar, sementara sebagian lainnya diolah menjadi produk yang memiliki bentuk dan pasar berbeda.

Tidak Berhenti pada Produksi

Pendampingan terhadap PN 3 Bersaudara tidak hanya diarahkan pada proses pengolahan. Tim pengabdian juga membahas kualitas produk, pengemasan, serta strategi pemasaran agar usaha dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian, Prof. Fauzan Azima, mengatakan kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk memahami kebutuhan mitra dan menyusun langkah pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

“Kegiatan awal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memahami kebutuhan mitra dan menyusun langkah pengembangan yang tepat. Harapannya, potensi hasil perikanan yang ada di Pasie Nan Tigo dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fauzan.

Ia menambahkan, pendampingan berikutnya akan diarahkan pada pengembangan produk olahan ikan bersama PN 3 Bersaudara, termasuk penyempurnaan konsep produk, peningkatan kualitas pengolahan, hingga persiapan agar produk memiliki peluang untuk dipasarkan.

Bagi PN 3 Bersaudara, pengembangan produk olahan menjadi langkah untuk memperluas pemanfaatan hasil perikanan. Masyarakat tidak hanya mengandalkan penjualan ikan segar, tetapi mulai membangun pilihan usaha dari bahan baku yang tersedia di lingkungan mereka.

Kegiatan pada 13 September 2026 itu menjadi awal kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi perikanan lokal di Pasie Nan Tigo. Pendampingan selanjutnya diharapkan dapat memperkuat pengolahan hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung keberlanjutan usaha kelompok masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
PN 3 Bersaudara ikan kase crispy PKMMUB Olahan Ikan Pasie Nan Tigo