Harga TBS Sawit di Solok Selatan Turun Rp150 per Kilogram, Mutu Buah Jadi Penentu

Lara Putri Yulina • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 13:10 WIB
Pengepul mengumpulkan TBS sawit dari petani di Solok Selatan. Harga TBS di tingkat pengepul turun menjadi Rp3.100 per kilogram.
Pengepul mengumpulkan TBS sawit dari petani di Solok Selatan. Harga TBS di tingkat pengepul turun menjadi Rp3.100 per kilogram.

PADEK.JAWAPOS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat pengepul di Kabupaten Solok Selatan turun Rp150 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.

Nofal (22), pengepul sawit di Jorong Koto Japang, Nagari Padang Air Dingin, Kabupaten Solok Selatan, mengatakan harga TBS yang diterimanya saat ini Rp3.100 per kilogram.

Harga tersebut turun dari sekitar Rp3.250 per kilogram pada pekan lalu.

Menurut Nofal, perubahan harga salah satunya dipengaruhi kondisi kadar crude palm oil (CPO). Kadar CPO yang tidak sesuai turut memengaruhi harga sawit yang diterima di tingkat pengepul.

“Sekarang harganya Rp3.100 per kilogram, sebelumnya sekitar Rp3.250. Salah satu pengaruhnya karena kadar CPO tidak sesuai,” kata Nofal.

Sawit Kurang Matang Bisa Dibeli Rp2.000 per Kilogram

Selain kadar CPO, tingkat kematangan buah juga menjadi faktor yang memengaruhi harga TBS di tingkat pengepul.

Buah sawit yang kurang matang dibeli dengan harga lebih rendah dibandingkan buah dengan tingkat kematangan yang sesuai.

“Kalau sawitnya kurang matang, harganya turun. Saya mengambilnya sekitar Rp2.500, bahkan ada yang Rp2.000 per kilogram,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kualitas buah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan harga yang diterima petani saat menjual TBS kepada pengepul.

Pasokan Sawit Mulai Naik Saat Hujan Lebih Sering

Di sisi lain, jumlah sawit yang diterima Nofal dari petani mulai meningkat seiring cuaca yang mulai sering hujan.

Dalam sehari, ia mengumpulkan sekitar dua ton sawit dari petani.

Sawit yang dikumpulkan tersebut kemudian disetorkan ke PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) di Kabupaten Solok Selatan.

Untuk perkembangan harga selanjutnya, Nofal mengatakan masih bergantung pada kondisi CPO, termasuk kadar asam.

Menurut dia, harga TBS berpeluang naik apabila kadar CPO membaik dan kadar asam tidak tinggi.

“Kalau kadar CPO bagus dan kadar asamnya tidak tinggi, kemungkinan harga bisa naik,” katanya.

Nofal berharap harga TBS kembali meningkat sehingga memberikan pendapatan yang lebih baik bagi petani. Ia berharap harga sawit dapat mencapai Rp3.500 per kilogram.(*)

Editor : Hendra Efison
sawit Solok Selatan harga sawit harga TBS Sawit cpo TBS sawit