“Alhamdulilah, walau baru mulai beroperasional secara syariah pertengahan tahun 2021 namun PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) masih mampu menghasilkan kinerja bagus hingga per 31 Desember 2021. Total asset yang mampu dihimpun tercatat sebanyak Rp 50,66 Miliar, total pembiayaan yang mampu disalurkan sebesar Rp 35,97 Miliar, pendanaan yang mampu dihimpun sebesar Rp 42,09 Miliar. Pendapatan dan laba sepanjang tahun 2021 juga terbilang sangat bagus. Laba bersih usaha yang mampu dibukukan tercatat sebanyak Rp 559,71 juta (1 Juli 2021 s/d 31 Desember 2021)," ungkap Direktur Utama PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) Feri Irawan, didampingi Direktur Dewi Fitria, Kamis (25/2).
Menurut Feri, migrasi dari sistem Konvensional ke Syariah tentulah berdampak pada operasional organisasi. Selain memerlukan kerja yang lebih keras lagi, konversi juga membutuhkan adjustment. Baik dari sisi produk maupun sistem pelayanan. "Intinya, sangat banyak sekali perubahan yang musti dilakukan dan kita bersama-sama di PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) mampu melakukan itu dengan baik," ujarnya.
Support Maksimum
Berhasilnya PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) melakukan adjustment dalam rentang waktu yang relatif pendek tentulah tak terlepas dari besar dan kuatnya dukungan dari semua pihak terutama Pemko Bukittinggi selaku pemegang saham mayoritas dan masyarakat Bukittinggi selaku nasabah setia PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda).
“Terus terang, Pemko Bukittinggi selaku pemilik dan pemegang saham mayoritas benar benar nyata dukungannya. Termasuk “membuka pintu” bagi PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) untuk bermitra dengan PNS di Kota Bukitinggi, baik dalam menempatkan dana maupun dalam mendapatkan pembiayaan," ujar Feri.
Fifty : Fifty
Ada kondisi yang sangat jauh berbeda antara PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) tahun 2021 dibandingkan BPR dan BPRS lainnya di Sumbar. Jika BPR dan BPRS di Sumbar menghitung kinerja dan pendapatan dengan single system operasional maka PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) mesti menggunakan dua sistem untuk perhitungan akumulasinya (Konvensional dan Syariah).
Saat tutup neraca di akhir Juni 2021 tercatat total laba usaha berjalan sebesar Rp 303 Juta, sedangkan tutup buku per 31 Desember 2021 tercatat total laba usaha berjalan sebesar Rp 652 Juta. Artinya secara akumulasi sepanjang tahun 2021 laba usaha konvensional dan Syariah tercatat sebesar Rp955 Juta.
Asset, Pendanaan, dan Beban
Walau disibukkan dengan peralihan dan penyesuaian sepanjang tahun 2021 namun manajemen PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) masih mampu menghasilkan kinerja terbaik. Seluruh target kinerja yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) mampu dicapai dan melampaui target. Baik dari sisi asset, pembiayaan maupun dari sisi pendanaan, termasuk pula dari sisi pendapatan dan laba bersih usaha.
Total asset yang mampu dibukukan di tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 50,66 Miliar. Realisasi asset ini tercapai 110,58 persen dari target dalam RBB. Selain itu pencapaian asset ini juga bertumbuh secara year on year sebesar 20,56 persen jika dibandingkan realisasi asset PT BPR Jam Gadang tahun 2020 yang lalu dengan nilai Rp 42,02 Milyar.
Begitu juga dengan bidang pendanaan. Total pendanaan yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat Rp 42,09 Miliar. Pendanaan ini bersumber dari Tabungan Wadiah sebesar Rp 36,44 Miliar dan Deposito Mudharabah sebesar Rp 5,65 Miliar. Jika dibandingkan realisasi pendanaan ini dengan Total Dana Pihak Ketiga PT. BPR Jam Gadang tahun 2020 maka pendanaan ini bertumbuh 23,51 persen secara year on year.
Pembiayaan dan Pendapatan Piutang
Keberhasilan menghimpun dana nasabah dalam berbentuk Tabungan Wadiah dan Deposito Mudharabah juga mampu diiringi dengan keberhasilan manajemen PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabah. Per 31 Desember 2021, tercatat total pembiayaan yang mampu disalurkan sebanyak Rp 35,97 Miliar. Realisasi pembiayaan ini tercapai 106,27 persen dari target yang dituangkan dalam RBB PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda).
Dari tiga produk pembiayaan yang dimiliki, Piutang Multijasa merupakan penyumbang terbesar dengan capaian sebesar Rp 18,32 Miliar. Sementara Piutang Murabahah tercatat sebanyak Rp 16,92 Miliar dan Piutang Qard sebesar 207,77 juta.
Sementara itu dari sisi pendapatan, PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) juga mampu memulai dengan bagus. Total Pendapatan Piutang Murabahah selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 1,12 Miliar dan pendapatan Piutang Multijasa sebanyak Rp 1,15 Miliar, Pendapatan Mudharabah sebesar Rp 40,62 Juta dan pendapatan Sewa sebesar Rp 22,29 juta. Secara total pendapatan piutang selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 2,34 Miliar.
NPF, BOPO dan Laba
Walau terbilang baru dalam menjalankan konsep pembiayaan pasca konversi awal Juli 2021 yang lalu namun soal kualitas pembiayaan PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) sedikit dapat berlega hati. Ratio Non Performance Fund (NPF) masih terbilang bagus dengan ratio 0,01 persen. Artinya, dari Rp 35,95 Miliar pembiayaan yang disalurkan maka 99,99 persennya berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dengan rasio biaya. Walau membutuhkan biaya yang cukup besar untuk adjustment operasional namun rasio biaya masih mampu dikendalikan dengan baik. Capaian rasio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 76,97 persen.
“Awal yang baik dari sisi asset, pendanaan, pembiayaan dan kualitas pembiayaan serta pengedalian biaya inilah membuat kinerja laba lebih bagus. Laba bersih usaha per 31 Desember tahun 2021 tercatat sebesar Rp 559,71 Juta. Sementara laba bersih usaha berjalan saat tutup buku 30 Juni 2021 (sistem konvensional) tercatat Rp 269,88 juta. Artinya, secara total laba bersih usaha yang mampu dibukukan tercapai diangka Rp 829,59 juta”, ujar Feri.
Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) merupakan salah satu BPRS yang baru memulai operasional secara Syariah terhitung 1 Juli 2021 yang lalu. Selain itu, PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) juga merupakan satu satunya BPRS atau BPR yang berbentuk Perseroda (Perseroan Daerah) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah.
Jauh sebelum konversi dari sistem Konvensional ke sistem Syariah, PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) telah berhasil mencatatkan beragam lompatan kinerja. Selain dinobatkan sebagai BPRS dengan kinerja terbaik dan meraih InfoBank Award, PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) juga merupakan salah satu BPRS Milik Pemda yang menjadi role model. Ini tak terlepas dari berhasil PT. BPRS Jam Gadang (Perseroda) meningkatkan total assetnya dari under Rp 20 Miliar menjadi diatas Rp 50 Miliar dalam rentang waktu 5 tahun terakhir. (two) Editor : Hendra Efison