Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cabai Merah di Bukittinggi Turun jadi Rp 40 Ribu Sekilo

Rian Afdol • Rabu, 17 Juli 2024 | 10:41 WIB

MULAI MELANDAI: Wirniati, pedagang sembako di Pasar Bawah Bukittinggi menata dagangannya sembari menunggu pembeli, Selasa (16/7).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)
MULAI MELANDAI: Wirniati, pedagang sembako di Pasar Bawah Bukittinggi menata dagangannya sembari menunggu pembeli, Selasa (16/7).(RIAN AFDOL/PADANG EKSPRES)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga sayur mayur mulai turun di Kota Bukittinggi. Dalam satu bulan terakhir terdapat kecenderungan harga menurun di sejumlah komoditas seperti cabai merah dan beberapa komoditas lainnya.

“Untuk harga cabai merah, untuk harga modal saya ada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Tentu ini akan menyesuaikan dengan kualitas cabainya. Kemudian untuk cabai hijau harga modalnya ada di kisaran Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per kilo,” ujar Wirniati salah satu pedagang sembako di Pasar Bawah Bukittinggi, Selasa (16/7).

Kemudian untuk harga modal cabai rawit dan cabai setan ada di kisaran Rp 60 ribu perkilonya. Bawang merah ada di kisaran harga Rp 30 ribu per kilogram. “Kalau untuk sayuran, seperti buncis harga modalnya Rp 5.000 sekilo, kol juga Rp 5.000, bunga lobak sedang mahal, mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu perkilogram dan tomat Rp 5.000 perkilogramnya,” tambahnya.

Harga bahan pokok lainnya seperti telur ayam ras terpantau mencapai Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per papan. Beras kualitas premium harga jualnya di kisaran Rp 17.000 dan untuk kualitas biasa harganya sekitar Rp 13.500 per kilogram dan minyak goreng sekitar Rp 13.000-Rp 14.000 per liter,” sebutnya.

Pedagang lainnya, Indri mengaku, harga sejumlah komoditas holtikultura cendrung mengalami penurunan. “Kalau dibandingkan dengan satu bulan yang lalu harga komoditas holtikultura cendrung turun. Misalnya cabai merah, sekitar satu bulan lalu atau pada pertengahan Juni harga jual ada di kisaran Rp 75.000 per kilogram. Demikian juga bawang merah yang tembus Rp 40 ribu sekilo,” sebutnya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perubahan harga, mulai dari pasokan dari daerah sentra pertanian atau pasokan dari luar provinsi, kemudian juga berbagai faktor seperti musim panen dan juga bencana alam.

“Harganya selalu berubah. Kadang harga dari touke pagi dan sore sudah berubah, bahkan kadang di saat yang sama ada perbedaan harga di touke yang berbeda. Sebagai pedagang menurut saya sedikit sulit menentukan bagaimana dan kenapa harga berubah,” tuturnya. (rna)

Editor : Novitri Selvia
#cabai turun #harga cabai merah #komoditas #Pasar Bawah Bukittinggi