PADEK.JAWAPOS.COM-Untuk meningkatkan keakuratan data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan daerah, Pemerintah Kota Bukittinggi melaksanakan sosialisasi Counter Verification Data (CVD).
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi ini dipusatkan di empat puskesmas dan berlangsung sejak Rabu (5/11) hingga Senin (10/11).
Empat puskesmas yang menjadi lokus kegiatan CVD tersebut ialah Puskesmas Guguk Panjang, Puskesmas Mandiangin, Puskesmas Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), dan Puskesmas Rasimah Ahmad.
Program CVD merupakan bentuk penguatan pelaksanaan lima indikator Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) berbasis kinerja, yang mencakup, Persalinan di fasilitas kesehatan.
Kemudian, kunjungan neonatal lengkap, imunisasi dasar lengkap, serta dua indikator keberhasilan penanggulangan tuberkulosis, yaitu success rate dan treatment coverage.
“Pelaksanaan CVD merupakan langkah penting untuk memastikan data kesehatan yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan dan menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan kebijakan kesehatan daerah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian.
Ramli menegaskan, program ini memperkuat akurasi, kelengkapan, dan validitas data melalui verifikasi langsung mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya peran petugas kesehatan dalam peningkatan kualitas pencatatan, pelaporan, dan koordinasi di lapangan.
“CVD adalah instrumen penting untuk memastikan data kesehatan yang kita laporkan benar-benar valid dan mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan data yang kuat, kebijakan akan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, keempat puskesmas tersebut akan menjadi percontohan dalam proses pengumpulan dan verifikasi data program kesehatan daerah, sekaligus menjadi model penerapan tata kelola data yang transparan dan akuntabel.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap kualitas data kesehatan daerah semakin meningkat dan mampu mendukung pencapaian target indikator kesehatan serta penguatan layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya. (rna)
Editor : Novitri Selvia