Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi kepada Satu Pena Sumbar yang memilih Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah IMLF ke-4. Lebih dari kegiatan festival literasi, IMLF ke-4 di Bukittinggi juga menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan 100 tahun Jam Gadang.
”Untuk itu, diperlukan kesiapan yang matang dalam penyelenggaran rangkaian kegiatan peringatan satu abad Jam Gadang dan bagian dari progul, 1001 iven,” ujar Ibnu Asis.
Wawako menambahkan, lebih dari seratus iven yang akan dilaksanakan sepanjang 2026 dan puncaknya pada Juni 2026 yang menjadi momen peringatan 100 tahun Jam Gadang.
”Seluruh kegiatan memerlukan kolaborasi bersama agar berjalan sukses. IMLF ke-4 juga akan melibatkan peserta dari 40 negara sebagai bagian dari rangkaian 1 Abad Jam Gadang,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Satu Pena Sumatera Barat, Sastri Bakry menyebutkan pelaksanaan IMLF ke-4 bersamaan dengan peringatan satu abad Jam Gadang merupakan sebuah kebanggaan. Dan tentunya ini akan memberikan kesan berbeda bagi peserta kegiatan ini.
”IMLF ke-4 akan digelar pada 3 hingga 7 Juni 2026 dengan rangkaian kegiatan literasi dan seni berskala internasional. Kegiatan ini dirancang untuk mengangkat Bukittinggi sebagai pusat literasi dan kebudayaan Minangkabau di tingkat dunia,” sebutnya.
Saat ini, telah ada peserta dari 25 negara yang mendaftar untuk berpartisipasi. Rangkaian IMLF terdiri dari 9 kegiatan utama, yakni seminar, peluncuran buku, edukasi, berbagai lomba, pertunjukan seni, pameran, wisata, olahraga dan sejumlah penghargaan.
”Kita juga akan menggelar seminar yang menghadirkan 8 pembicara dan dua keynote speaker dengan tema Jam Gadang dari berbagai perspektif,” sebutnya. (*)
Editor : Eri Mardinal