Insiden tersebut menimpa tempat usaha milik Hadid (29), seorang karyawan bank, berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi.
Kepala DPKP Kota Bukittinggi, Joni Feri, menyampaikan bahwa laporan darurat diterima pada pukul 13.13 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Regu Piket Yudha.
“Meskipun sempat menghadapi kemacetan di jalan raya, personel tetap bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar dua menit setelah diberangkatkan,” ujar Joni Feri, Jumat sore.
DPKP Kota Bukittinggi mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran untuk mengendalikan api yang melahap bangunan kafe tersebut.
Sebanyak 23 personel diterjunkan ke lokasi, didampingi langsung oleh Kepala Bidang Operasional dan Kepala Seksi Rescue DPKP Kota Bukittinggi untuk memastikan proses pemadaman berjalan sesuai prosedur.
Petugas segera melakukan pemadaman utama dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan di kawasan permukiman padat tersebut.
“Kami langsung mengerahkan personel segera setelah menerima laporan untuk meminimalisir dampak kebakaran,” kata Joni Feri dalam keterangan resminya.
Selain tindakan teknis di lapangan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga sekitar mengenai langkah pencegahan kebakaran guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi risiko serupa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada siang hari tersebut.
DPKP Kota Bukittinggi menyatakan bahwa pendataan kerugian material masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan secara resmi.
Peristiwa ini terjadi di tengah kawasan permukiman padat, namun tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat kebakaran tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison