PADEK.JAWAPOS.COM—Perbaikan jalan di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, turut berdampak pada pedagang keliling yang mengandalkan keramaian pengunjung. Mereka mengaku jumlah orang yang melintas berkurang sehingga pendapatan harian menjadi tidak menentu.
Pantauan Padek, Kamis (1/10/2026), sejumlah pedagang keliling masih beraktivitas di sekitar Jam Gadang. Mereka tidak memiliki lapak tetap dan berpindah-pindah untuk menawarkan dagangan kepada pengunjung.
Tiga pedagang keliling yang ditemui menyampaikan keluhan serupa. Mereka merasakan kawasan lebih lengang sejak jalan mulai diperbaiki dibandingkan sebelum pengerjaan berlangsung.
Salah seorang pedagang mengatakan, sebagian orang menjadi enggan melintas karena kondisi jalan yang masih dalam pengerjaan.
“Orang jadi agak sepi, karena orang malas lewat karena jalan buruk,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat jumlah pembeli tidak menentu. Ketika kawasan sangat lengang, pendapatan yang dibawa pulang terkadang hanya sekitar Rp20 ribu.
Sebaliknya, saat ramai, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu dalam sehari.
Pedagang tersebut biasanya mulai berjualan sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore.
Ia berpindah-pindah di sekitar kawasan untuk mencari pengunjung yang berpotensi menjadi pembeli.
Menurutnya, kondisi jalan yang diperbaiki sudah dirasakan sekitar satu bulan terakhir.
Selain jalan, cuaca juga memengaruhi jumlah pengunjung. Ketika kawasan diselimuti kabut, aktivitas masyarakat dan wisatawan cenderung lebih sedikit.
Dua pedagang keliling lainnya yang ditemui PADEK juga menyampaikan kondisi hampir sama.
Mereka tetap berjualan di sekitar Jam Gadang meski jumlah pengunjung tidak selalu ramai.
Para pedagang berharap aktivitas di sekitar Jam Gadang kembali ramai setelah pengerjaan jalan selesai.
Mereka juga berharap akses masyarakat menjadi lebih nyaman sehingga peluang mendapatkan pembeli dan pendapatan harian meningkat. (mg10)
Editor : Hendra Efison