Film ini merupakan debut penyutradaraan Ryan Adriandhy, yang juga dikenal sebagai komika dan animator. Film ini didukung oleh pengisi suara terkenal seperti Prince Poetiray, Den Bagus Sasono, Bunga Citra Lestari, Ariel NOAH, Cinta Laura Kiehl, dan Angga Yunanda.
Proses produksi film animasi Jumbo memakan waktu 5 tahun dan melibatkan lebih dari 200 kreator Indonesia. Proses ini dimulai pada April 2020 dan resmi diumumkan pada Februari 2025.
Ryan Adriandhy, sutradara dan penulis film ini, mengungkapkan bahwa membuat film animasi memerlukan banyak usaha karena setiap detik adegan memerlukan 24 sketsa gambar yang harus dibuat, diberi warna, dan diisi suara.
Produser Jumbo, Anggia Kharisma, menjelaskan bahwa film ini lahir dari komitmen Visinema untuk menyajikan konten berkualitas bagi keluarga Indonesia, khususnya anak-anak.
Penayangan film ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang percaya pada potensi film animasi Indonesia.
Film Jumbo mendapatkan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bekraf) sebagai bentuk penghargaan bagi pejuang ekonomi kreatif di Indonesia.
Film ini mengusung tema keluarga, persahabatan, keberanian, penerimaan diri, dan kepercayaan diri. Nilai-nilai ini membuat film Jumbo digemari oleh penonton dari berbagai kalangan, terutama karena pesan moral yang kuat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari
Film ini mengisahkan petualangan seorang anak bernama Don, yang berkeinginan untuk mementaskan buku dongeng peninggalan Ayah dan Ibunya.
Bersama teman-temannya, Nurman dan Mae, Don berusaha mengambil kembali buku dongeng yang dicuri oleh anak-anak lain. Petualangan ini semakin hidup dengan hadirnya teman baru, Meri yang membantu Don dan teman-temannya.
Lagu "Kumpul Bocah" yang dinyanyikan oleh Maliq & D'Essentials menjadi salah satu soundtrack dalam film ini. Selain menjadi pengisi suara, Bunga Citra Lestari juga membawakan lagu “Selalu Ada Di Nadiku” dalam film ini.
Diawali dari kisah Don, seorang anak yang sering dipandang rendah oleh teman-temannya karena tubuhnya yang besar, ia bertekad untuk membuktikan kemampuannya dengan mengikuti pertunjukan bakat.
Don mulai merencanakan untuk menampilkan sandiwara yang terinspirasi dari buku cerita peninggalan orang tuanya. Namun, buku tersebut dicuri oleh seorang perundung, membuat Don merasa kehilangan harapan.
Dalam perjalanan untuk merebut kembali buku tersebut, Don bertemu dengan seorang anak kecil misterius bernama Meri yang meminta bantuannya untuk menemukan orang tuanya. Petualangan mereka penuh dengan makna dan kejutan.
Akhir kisah film Jumbo cukup mengharukan dan penuh makna. Dalam petualangan Don dan Meri, mereka berhasil menghadapi berbagai tantangan dan akhirnya menemukan orang tua Meri.
Selain itu, Don berhasil menemukan buku dongeng yang hilang, dan memperlihatkan bakat serta keberanian dirinya kepada teman-temannya, sehingga mereka mulai menghormati dan menghargainya.
Don belajar untuk menerima dirinya sendiri dan menemukan makna sejati dari persahabatan dan keluarga. Film ini meninggalkan pesan positif bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan bakat yang bisa dibanggakan, tidak peduli seberapa kecil atau besar mereka.
Jumbo direncanakan akan tayang di bioskop pada saat Lebaran 2025, dan menjadikan film animasi pertama dari Indonesia yang rilis secara global di 17 negara.
Berikut para pengisi suara dalam film Jumbo:
*Don: Disuarakan oleh Prince Poetiray dan Den Bagus Sasono.
*Ayah Don: Disuarakan oleh Ariel NOAH.
*Ibu Don: Disuarakan oleh Bunga Citra Lestari.
*Oma Don : Disuarakan oleh Ratna Riantiarno.
*Nurman : Disuarakan oleh Yusuf Ozkan.
*Mae : Disuarakan oleh Graciella Abigail.
*Meri : Disuarakan oleh Quinn Salman.
Ryan Adriandhy menyebut proyek ini sebagai bentuk dedikasi anak bangsa dan bertujuan untuk memperkuat industri animasi Indonesia. Film Jumbo diharapkan dapat menjadi pilihan tontonan keluarga yang mengesankan dan memberikan inspirasi bagi penonton dari berbagai usia. (*)
Editor : Adetio Purtama