Berdasarkan laporan The Hollywood Reporter, film ini disutradarai oleh Jon M. Chu dan dibintangi oleh Cynthia Erivo sebagai Elphaba serta Ariana Grande sebagai Glinda.
Adaptasi dari musikal ikonik Broadway ini mengisahkan asal-usul dua penyihir di dunia The Wizard of Oz dengan tema persahabatan dan pertukaran makna antara kebaikan serta kejahatan.
Menurut Variety, film ini menyoroti perjalanan Elphaba yang berani dan Glinda yang ambisius sebelum keduanya terpisah oleh nasib.
Penampilan Cynthia Erivo dan Ariana Grande menuai apresiasi luas. Rolling Stone menilai duet keduanya sebagai salah satu performa terbaik di layar lebar tahun ini berkat chemistry kuat dan vokal memukau.
Dari sisi visual, Wicked menghadirkan perpaduan fantasi dan realisme melalui desain produksi megah yang digarap tim efek visual Dune: Part Two.
Deadline Hollywood mencatat, pencahayaan dan lanskap zamrud Oz menambah kedalaman emosional film ini.
Musik menjadi kekuatan utama Wicked (2025). Lagu-lagu legendaris seperti Defying Gravity dan Popular diaransemen ulang oleh komposer Stephen Schwartz dengan sentuhan sinematik modern.
Billboard melaporkan, soundtrack film ini menembus tangga lagu internasional hanya sepekan setelah dirilis.
Sutradara Jon M. Chu menyebut dalam wawancara dengan Collider bahwa film ini merupakan “perayaan tentang bagaimana perbedaan bisa menjadi kekuatan.” Ia menegaskan pesan bahwa seseorang yang dianggap jahat sering kali hanya tidak dimengerti.
Sinematografi garapan Linus Sandgren, pemenang Oscar untuk La La Land, memperkuat nuansa teatrikal film ini.
Empire Magazine menggambarkan setiap adegan Wicked sebagai lukisan yang kaya simbolisme dan warna.
Selain aspek teknis, The Guardian menilai film ini menyoroti isu sosial seperti diskriminasi dan kekuasaan, menggambarkan bagaimana narasi sejarah kerap ditentukan oleh pihak dominan.
Dengan kekuatan visual, musik, dan pesan sosialnya, Wicked (2025) dinilai sebagai salah satu film musikal paling ambisius dekade ini.
Adaptasi ini tidak hanya menghidupkan kembali warisan Broadway, tetapi juga memperluas maknanya bagi generasi baru penonton di era sinema modern. (CC5)
Editor : Hendra Efison