Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

The Ghost Station, Horor Korea Adaptasi Webtoon yang Guncang Dunia Internasional

Rafiul Refdi • Kamis, 13 November 2025 | 07:00 WIB

Film horor Korea The Ghost Station karya Jung Yong-ki gabungkan misteri urban legend dan kritik sosial, menarik perhatian global sejak 2024. (foto: Yoursay)
Film horor Korea The Ghost Station karya Jung Yong-ki gabungkan misteri urban legend dan kritik sosial, menarik perhatian global sejak 2024. (foto: Yoursay)
PADEK.JAWAPOS.COM—Film The Ghost Station menjadi salah satu horor Korea yang mencuri perhatian internasional sejak dirilis pada 2024.

Disutradarai Jung Yong-ki, film ini diadaptasi dari webtoon populer karya Horang dan Ghost Story, yang dikenal lewat kisah menyeramkan di Naver Webtoon.

Menurut The Korea Herald, film ini berhasil memadukan ketegangan legenda urban dengan misteri modern di tengah hiruk-pikuk kota Seoul.

Ceritanya mengikuti Na-young (Kim Bo-ra), seorang reporter muda yang menyelidiki serangkaian kematian misterius di stasiun bawah tanah terlantar yang dijuluki “stasiun hantu.”

Penyelidikan itu menuntunnya pada arwah gentayangan, konspirasi lama, dan praktik korupsi di tubuh pemerintahan kota.

Film berdurasi dua jam ini menghadirkan kombinasi horor psikologis dan thriller investigatif.

Berdasarkan ulasan Yonhap News Agency, The Ghost Station tidak hanya mengandalkan efek kejut, tetapi juga mengangkat isu rasa bersalah, tekanan media, dan kebenaran yang disembunyikan kekuasaan.

Secara visual, Jung Yong-ki memanfaatkan pencahayaan redup, nuansa kelabu, dan tata suara ambient untuk menciptakan atmosfer claustrophobic khas sinema Korea.

Sutradara Spellbound (2011) itu menyebut dalam wawancaranya dengan Korean Film Biz Zone bahwa ia ingin menghadirkan “ketakutan yang tidak hanya datang dari hantu, tetapi dari rahasia manusia sendiri.”

Aktris Kim Bo-ra menampilkan performa kuat sebagai Na-young yang perlahan terjebak antara realitas dan halusinasi.

Ia beradu peran dengan Kim Jae-hyun dari grup N.Flying, yang menambah dinamika emosional dalam narasi.

Selain menghadirkan ketegangan, film ini juga menyoroti isu sosial tentang pengabaian publik dan keserakahan korporasi.

Baca Juga: The Wild Robot (2025): Kolaborasi Epik DreamWorks tentang Empati, Alam, dan Teknologi

Menurut Variety Asia, The Ghost Station sering dibandingkan dengan The Wailing (2016) karena keberhasilannya menggabungkan horor atmosferik dengan kritik sosial yang tajam.

Respon positif datang dari berbagai media internasional. Screen Daily menilai film ini sebagai “perpaduan cerdas antara horor perkotaan dan tragedi moral manusia.”

Dengan alur yang padat, misteri bertahap, dan kekuatan visual menekan, The Ghost Station menegaskan posisi horor Korea sebagai genre yang terus berevolusi — menghadirkan ketakutan bukan hanya dari makhluk gaib, tetapi dari sisi gelap manusia itu sendiri.(CC5)

Editor : Hendra Efison
#The Ghost Station #film horor Korea #webtoon Horang