Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Decision to Leave: Thriller Cinta Park Chan-wook yang Menguji Batas Moral

Rafiul Refdi • Jumat, 14 November 2025 | 07:03 WIB

Decision to Leave menghadirkan romansa, misteri, dan psikologi manusia melalui visual simbolik, narasi halus, dan karakter penuh ambiguitas.(foto: Yoursay)
Decision to Leave menghadirkan romansa, misteri, dan psikologi manusia melalui visual simbolik, narasi halus, dan karakter penuh ambiguitas.(foto: Yoursay)
PADEK.JAWAPOS.COMDecision to Leave, film arahan Park Chan-wook yang dirilis pada 2022, kembali menjadi sorotan berkat perpaduan romansa, misteri, dan ketegangan psikologis.

Film ini dinilai sebagai salah satu karya paling elegan dari sutradara yang dikenal melalui Oldboy dan sejumlah film noir modern lainnya.

Berdasarkan laporan The Korea Herald, cerita mengikuti detektif Hae-jun (Park Hae-il) yang menyelidiki kematian misterius di area pegunungan.

Penyelidikan itu mempertemukannya dengan Seo-rae (Tang Wei), istri korban yang menjadi sosok paling mencurigakan sekaligus pusat konflik emosional.

Transformasi penyelidikan kriminal menjadi eksplorasi psikologis digarisbawahi ulasan The Guardian, yang menyebut setiap keheningan dan tatapan sebagai bagian penting dari dialog emosional.

Park Chan-wook meninggalkan kekerasan ekstrem yang lekat dengan film-film sebelumnya dan menggantinya dengan ketegangan halus.

Variety mencatat sutradara menyebut film ini sebagai kisah cinta yang berjalan berdampingan dengan rasa bersalah dan misteri.

Secara visual, Decision to Leave menampilkan simbol seperti kabut, laut, dan kaca untuk menggambarkan keterbatasan dalam memahami cinta dan kebenaran.

The New York Times menilai elemen simbolik itu membuat penonton seolah ikut tersesat bersama karakter-karakternya.

Aktor Tang Wei mendapat pujian atas interpretasi karakter Seo-rae yang penuh pesona dan ambiguitas moral.

The Hollywood Reporter menilai penampilannya memadukan kecerdikan dan kerentanan secara kuat.

Performa Park Hae-il sebagai detektif yang terjebak antara profesionalisme dan perasaan pribadi turut memperkuat dinamika cerita.

Baca Juga: 5 Tontonan Paling Hot November 2025, Menurut Rangkuman @RSM_IDN

Naskah film ditulis Park Chan-wook bersama Jeong Seo-kyeong. BBC Culture menyebut film ini sebagai simfoni melankolis yang mempertemukan logika dan emosi.

Sementara itu, skor musik minimalis menambah suasana intim tanpa mendominasi alur cerita.

Film ini memenangkan Best Director Award di Festival Film Cannes 2022. Reuters menilai penghargaan tersebut sebagai pengakuan terhadap kemampuan Park Chan-wook menggabungkan elemen artistik dan emosional dalam narasi yang rapuh namun kuat.

Selain memuat elemen romansa, Decision to Leave juga membahas rasa bersalah dan batas moral.

Hae-jun menghadapi konflik antara tugas profesional dan pergolakan emosional, menjadikan penyelidikan sebagai cerminan pergulatan internal.

Bagian akhir film yang tenang namun tragis menambah lapisan interpretasi. IndieWire menulis bahwa penutup tersebut tidak memberi jawaban, melainkan menyisakan gema panjang tentang cinta yang lahir dari keputusan keliru.

Dengan narasi halus, visual simbolik, dan karakter kompleks, Decision to Leave memperkuat posisinya sebagai salah satu film penting dalam genre romantic noir Asia.

Film ini menunjukkan bahwa keheningan dapat meninggalkan kesan yang lebih dalam dibanding ketegangan eksplisit.(CC5)

Editor : Hendra Efison
#film Korea #Park Chan Wook #Tang Wei #Decision to Leave