4 Film Budaya Karya Kreator Muda Pariaman Diputar 13 September

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:27 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima audiensi pengurus Komunitas Mozaik Art Laboratory di Ruang Kerja Wali Kota Pariaman, Selasa (8/9/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima audiensi pengurus Komunitas Mozaik Art Laboratory di Ruang Kerja Wali Kota Pariaman, Selasa (8/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak empat film budaya karya kreator muda asal Pariaman akan diputar dalam agenda sinema budaya di Niru Café, Minggu (13/9/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.

Pemutaran film itu merupakan bagian dari program Komunitas Mozaik Art Laboratory untuk mendorong perkembangan seni, budaya, dan ruang kreatif di Kota Pariaman.

Manager Produksi Komunitas Mozaik Art Laboratory, Yeyen Darmawan, mengatakan empat film yang ditayangkan memiliki genre berbeda dan seluruhnya merupakan karya kreator muda asal Pariaman.

Menurut Yeyen, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya komunitas mengembangkan industri sinema budaya di Pariaman. Salah satu program yang tengah mereka jalankan adalah riset budaya bertajuk “Mencari Jejak Rabab Galuak”.

Program tersebut dikembangkan melalui riset budaya dan sinema, termasuk penayangan perdana (premier) serta pemutaran (screening) film dokumenter.

“Agenda ini disambut baik oleh Bapak Wali Kota Pariaman maupun Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman untuk dikembangkan agar lebih maju demi Kota Pariaman,” kata Yeyen.

Pemko Pariaman Dukung Ruang Kreatif

Rencana pemutaran film tersebut dibahas dalam audiensi pengurus Komunitas Mozaik Art Laboratory dengan Wali Kota Pariaman Yota Balad di Ruang Kerja Wali Kota Pariaman, Selasa (8/9/2026).

Yota mengatakan Pemerintah Kota Pariaman mendukung ruang kreatif bagi anak muda, termasuk gagasan yang berkaitan dengan seni dan budaya lokal.

“Kami di Pemko Pariaman sangat mendukung ruang kreatif bagi anak muda untuk ikut merawat ingatan sejarah dan mengenalkan budaya Pariaman ke kancah yang lebih luas,” ujar Yota Balad.

Menurutnya, Pariaman membutuhkan lebih banyak ruang seni, edukasi, dan inovasi yang digerakkan anak muda. Seni, kata dia, tidak hanya dipandang sebagai hobi, tetapi juga identitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif.

Dalam audiensi tersebut, Yota didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, Kepala Dinas PUPRP Kota Pariaman Deki Asar, serta Kepala Dinas DPMD Kota Pariaman Ahadi Nugraha.

Sementara dari Komunitas Mozaik Art Laboratory, Yeyen Darmawan memaparkan sejumlah program kerja komunitas, termasuk pengembangan sinema budaya melalui karya-karya kreator muda Pariaman.(*)

Editor : Hendra Efison
4 film budaya Pariaman film budaya Pariaman kreator muda Pariaman Mozaik Art Laboratory Mencari Jejak Rabab Galuak