PADEK.JAWAPOS.COM— Arsip film produksi era 1920-an yang merekam sejarah hubungan antara Minangkabau dan Malaysia akan direstorasi dan ditayangkan kembali di Tanahdatar. Film tersebut berkaitan dengan Raja Malewar dan menjadi salah satu arsip sejarah yang menunjukkan keterikatan Minangkabau dengan wilayah Melayu.
Rencana restorasi itu disampaikan Ketua Delegasi Minang Diaspora Network Global, Prof. Madya DR. Norailis AB Wahab, saat kunjungan resmi delegasi masyarakat keturunan Minang asal Malaysia ke Kabupaten Tanahdatar, Selasa (8/9/2026) malam.
Rombongan diterima Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly dalam acara jamuan makan malam di Indojolito Batusangkar. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda penelusuran sejarah dan budaya Minangkabau.
Arsip Film Raja Malewar Akan Dipulihkan
Norailis mengatakan, pihaknya memiliki arsip film bersejarah yang merekam hubungan erat antara Kerajaan Pagaruyung dan wilayah Melayu. Film produksi 1920-an tersebut rencananya akan direstorasi agar dapat kembali ditonton.
“Insya Allah, film yang menjadi bukti sejarah keterikatan Minangkabau dengan Malaysia kita restorasi, sehingga layak ditonton kembali dan akan kita tayangkan di sini nanti,” tutur Norailis.
Ia menjelaskan, arsip tersebut berkaitan dengan Raja Malewar. Pemutaran kembali film diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali jejak sejarah hubungan Minangkabau dan Malaysia.
Diaspora Minang Telusuri Jejak Leluhur
Sebelum menghadiri jamuan makan malam, delegasi Minang Diaspora Network Global telah mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah di Tanahdatar.
Lokasi yang dikunjungi antara lain Masjid Islah dan makam panjang di Nagari Pariangan, Batu Batikam, Batu Basurek, Istano Basa Pagaruyung, serta Kampus UIN MY Batusangkar.
Presiden Minang Diaspora Network Global, Prof. Fasli Jalal, mengapresiasi pemerintah daerah yang telah mendampingi dan memfasilitasi rangkaian kegiatan rombongan selama berada di Luhak Nan Tuo.
“Di kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wabup bersama jajaran yang telah mendampingi dan memfasilitasi rombongan kami, Insya Allah besok masih akan kita lanjutkan ke Puncak Pato, rumah sulaman dan beberapa objek lainnya,” kata Prof. Fasli Jalal.
Menurut Fasli, kunjungan tersebut tidak sekadar wisata. Agenda yang mengusung tema “Mengenal Rumah Asal Peradaban Minangkabau”, “Menelusuri Jejak Leluhur”, “Mengalami Kehidupan Orang Minangkabau”, dan “Minangkabau Mendunia” juga membuka peluang kerja sama, salah satunya di bidang pendidikan.
Ia menyebut sekitar 600 ribu generasi keturunan Minang kini menjadi warga Malaysia. Para delegasi yang datang dalam kunjungan tersebut merupakan akademisi keturunan Minang.
“Potensi ini yang coba kita maksimalkan. Semoga kegiatan ini memberikan dampak ke depan dan semakin banyak keturunan Minang yang kembali berkunjung ke kampung halaman,” ujarnya.
Pemkab Tanahdatar Buka Peluang Kerja Sama
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly menyambut baik kunjungan Minang Diaspora Network Global. Pemerintah daerah menyatakan siap membuka peluang kerja sama dengan masyarakat keturunan Minang dari Malaysia di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tanahdatar menjadi salah satu wilayah kunjungan dari Minang Diaspora. Kami ucapkan terima kasih dan rasa bahagia menyambut dunsanak saudara kami. Walaupun telah berbeda negara, namun rasa Minang masih tinggi, kami harap rasa itu terus dipertahankan,” pungkas Ahmad Fadly didampingi Sekda Abdurrahman Hadi beserta jajaran kepala dinas terkait.(*)
Editor : Hendra Efison