Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sepekan Pencarian, Pemuda Hanyut di Sungai Belum Ditemukan

Novitri Selvia • Kamis, 4 November 2021 | 13:26 WIB
BELUM DITEMUKAN: Tim BPBD dibantu TNI, personel kepolisian menyisiri Batang Momong, mencari warga setempat yang hanyut, Selasa (2/11).(IST)
BELUM DITEMUKAN: Tim BPBD dibantu TNI, personel kepolisian menyisiri Batang Momong, mencari warga setempat yang hanyut, Selasa (2/11).(IST)
Muhammad Ma’in, 35, warga Jorong Durian Simpai, Nagari IV Koto Dibawuah, Kecamatan IX Koto, yang hanyut terseret arus Sungai Batang Momong Selasa (2/11) sekitar pukul 22.00, masih belum ditemukan.

Hingga Rabu (3/11) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat terus melakukan penyisiran sungai tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Dharmasrata, Ardianus Effendi mengatakan, pencarian korban dilakukan Rabu (3/11) sejak pukul 09.00 dan dihentikan pukul 14.00.

“Pencarian akan dilanjutkan kembali Kamis (4/11) (hari ini, red),” ujarnya. Pihaknya mendapatkan informasi orang hanyut tersebut dari warga lainnya Rabu pagi.

Begitu mendapatkan informasi 10 personel langsung terjun ke lokasi. Ada dua unit perahu protelin yang dikerahkan dalam pencarian. Bahkan pencarian dibantu masyarakat, TNI, Polri termasuk bagian pemerintah nagari.

Berdasarkan keterangan di lapangan yang diperoleh pihaknya, peristiwa tersebut berawal saat korban bersama temannya Ferri, berniat mau menyeberangi Sungai Batang Momong. Pada saat itu, kondisi air sungai sedang tinggi dan arusnya sangat dengan air berwarna kecoklatan.

Karena nekat menyeberang, korban akhirnya terseret arus sungai tersebut, sedangkan temannya Ferri selamat dari musibah tersebut.

“Dalam mencari korban kita sudah melakukan upaya dengan menyusuri Sungai Batang Momong sejauh satu kilometer dari titik nol, atau dari posisi awal korban menyeberang, namun hasilnya masih nihil. Arus sungai yang deras ditambah lagi dengan air yang keruh membuat kita tidak bisa melakukan penyelaman. Apa lagi informasi korban hanyut tersebut kita dapatkan pagi hari, sementara peristiwa itu terjadi satu hari sebelumnya. Namun apapun  itu, yang pasti kita akan melakukan pencarian secara maksimal,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada pencarian berikutnya Kamis (4/11) pihaknya akan dibantu oleh Basarnas Kota Padang. Sesuai dengan SOP, pencarian korban hanyut akan dilakukan selama satu minggu. Jika tidak juga ditemukan, maka pencarian akan dihentikan.

“Namun jika ada perkembangan setelah satu minggu tersebut pencarian bisa dilanjutkan kembali, artinya pencarian jilid kedua tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Misalnya korban ditemukan atau terlihat oleh warga di sungai tersebut  maka kita akan turun kembali untuk melakukan evakuasi,” tegasnya. (ita) Editor : Novitri Selvia
#BPBD Dharmasrata #hanyut #Basarnas Kota Padang