PADEK.JAWAPOS.COM-Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar gelar sosialisasi program-program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Rabu (31/7).
Sosialisasi itu dibuka Kepala Bidang Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Dharmasraya, Zulfahmi. Hadir sebagai narasumber langsung dari BBPMP Widya Prada, Safli didampingi staf Firman Eri.
Menurut Safli, sosialisasi program prioritas Kemendikbudristek ini digelar di 19 kabupaten/kota di Sumbar dengan melibatkan 10 media massa tiap daerah. Bertujuan menjalin komunikasi dan kerja sama dengan media lokal sehingga informasi program prioritas tersebut tersampaikan dengan baik ke masyarakat.
Sosialisasi yang dikemas dengan nama program media visit ini, katanya, mensosialisasikan tentang 26 episode merdeka dan 10 episode merdeka belajar. Di antaranya, kebijakan merdeka belajar, penyaluran dan penggunaan dana BOS, sekolah penggerak dan sekolah aman berbelanja bersama SIPLah.
Kemudian, akselerasi dan peningkatan pendanaan PAUD dan pendidikan kesetaraan, rapor pendidikan Indonesia, buku bacaan bermutu untuk literasi Indonesia, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, serta pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
“Di samping itu, juga ada empat produk kebijakan merdeka belajar masing-masing Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),” ucapnya.
Ditanya sejauh mana kewenangan BBPMP terkait penanganan bullying di sekolah, Safli menegaskan, BBPMP tidak tinggal diam dalam menyelesaikan masalah tersebut. Menurutnya, pihak sekolah bisa berkoordinasi dengan BBPMP dengan catatan lengkap data dan fakta.
“Dengan catatan kasus tersebut belum sampai ke ranah hukum. Di BBPMP akan ada tim yang akan menangani. Dan sejauh ini ada satu kasus bullying yang masuk ke BBPMP yaitu kasus yang terjadi di Pariaman,” ucapnya.
Sementara, Kabid PTK Disdik Dharmasraya, Zulfahmi mengatakan, di Dharmasraya sendiri sudah dua kali angkatan melaksanakan kegiatan kegiatan pelatihan bagi guru penggerak. Setidaknya dari dua angkatan tersebut sudah melahirkan sekitar 200 orang guru penggerak untuk tingkat SD, SLTP, SLTA dan SLB.
“Saat ini kita mengusulkan untuk angkatan 10 dan 11 dan proses sedang berjalan. Jika angkatan ini lolos, maka akan ada sekitar 500 orang guru penggerak di Dharmasraya untuk pembaharuan. Jadi begitu tinggi perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan,” ucapnya. (ita)
Editor : Novitri Selvia