PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berencana menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Sitiung V, Kecamatan Koto Baru. Penutupan dilakukan karena TPA tersebut dinilai telah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity).
Rencana penutupan TPA telah disetujui oleh Bupati dan kini tengah dalam proses penyusunan dokumen penutupan. Setelah seluruh izin selesai, penutupan akan segera dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Budi Waluyo. Menurutnya, kondisi over kapasitas di TPA menimbulkan kekhawatiran akan munculnya persoalan baru akibat tumpukan sampah yang semakin menggunung.
Setelah ditutup, di lokasi tersebut akan dibangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). “Lokasi TPST tetap berada di kawasan TPA, karena lahan yang tersedia cukup luas dan memungkinkan untuk dibangun fasilitas baru,” ujarnya.
Pembangunan TPST dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah yang masuk ke TPA. Dalam satu hari, sekitar 20 ton sampah masuk ke lokasi, yang berasal dari berbagai kecamatan.
“Sampah tersebut berasal dari Kecamatan Pulaupunjung, Sitiung, Koto Baru, Sungai Rumbai, serta dari sejumlah perusahaan,” lanjut Budi Waluyo.
Ia menambahkan, jika TPST sudah beroperasi, fasilitas tersebut diperkirakan dapat mengurai hingga 15 ton sampah per hari.
Sementara itu, DLH Dharmasraya juga akan memberdayakan masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah dengan menguburnya menjadi pupuk organik.
“Untuk sampah yang bisa dijadikan pupuk organik, kami akan meminta masyarakat agar melakukan penguburan,” jelas Budi, yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Humas pada tahun 2014.
Dijelaskannya, pembangunan TPST akan menelan anggaran hingga Rp9 miliar. Namun, untuk tahap awal, DLH hanya akan membeli mesin pengelola sampah senilai Rp700 juta.
“Untuk langkah awal penanggulangan sampah, tahun ini kita akan beli mesin pengelola sampah dengan nilai Rp700 juta,” ungkapnya.
Pembangunan TPST ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Dharmasraya. Menurut Budi, program tersebut merupakan hasil studi banding DLH ke Kabupaten Banyumas beberapa waktu lalu.
“Rencana ini merupakan salah satu bentuk hasil studi kami ke Banyumas. Kami berharap semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap rencana ini,” tutupnya. (ita)
Editor : Novitri Selvia