Hal itu disampaikan Annisa saat melakukan kunjungan kerja ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia turut didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Dharmasraya, Frinaldi.
“Kita mendorong agar seluruh dapur memastikan progres sesuai ketentuan. Jika dalam 45 hari tidak ada perkembangan, sebaiknya kesempatan diberikan kepada investor yang lebih serius membangun,” tegas Annisa.
Bupati Annisa menjelaskan, secara sistem, seluruh pendaftaran pembangunan dapur SPPG sudah terkunci. Namun, fakta di lapangan memperlihatkan mayoritas investor belum menindaklanjuti komitmen mereka dengan pembangunan fisik.
Dari total 28 calon investor, hanya dapur di Kecamatan Tiumang yang sudah beroperasi dan Dapur Alinia yang progresnya sudah mencapai sekitar 60 persen. Selebihnya, sebagian besar belum memperlihatkan perkembangan berarti, bahkan ada yang belum memulai pembangunan sama sekali.
Padahal, menurut ketentuan, progress pembangunan fisik harus sudah terlihat paling lambat 45 hari setelah pendaftaran dalam sistem.
“Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan menghambat program prioritas pemerintah pusat, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama kalangan pelajar,” jelas Annisa.
Dalam pertemuan dengan BGN, Annisa menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dapur SPPG. Apalagi, BGN menekankan bahwa pada bulan November 2025 seluruh dapur harus sudah selesai dibangun dan siap beroperasi.
“Kami tidak ingin Dharmasraya tertinggal. Program MBG ini sangat penting untuk peningkatan kualitas gizi pelajar. Karena itu, koordinasi pusat dan daerah harus diperkuat agar pelaksanaan pembangunan dapur bisa lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Annisa berharap koordinasi yang lebih erat dengan BGN akan memperkuat sinergi pusat dan daerah, terutama dalam pengawasan serta pendampingan terhadap investor. Ia menilai, percepatan pembangunan dapur SPPG tidak hanya bergantung pada investasi, tetapi juga pada tata kelola dan pengawasan yang konsisten.
“Program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas SDM Dharmasraya sejak dini. Karena itu, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar target pembangunan SPPG dapat tercapai tepat waktu,” tutup Annisa. (ita)
Editor : Adetio Purtama