PADEK.JAWAPOS.COM-Rapat Paripurna DPRD Dharmasraya dengan agenda penyampaian nota penjelasan Bupati atas Ranperda APBD Tahun Anggaran 2026 mendadak ditunda menyusul molornya jadwal sidang yang semula direncanakan dimulai pukul 10.00.
Hingga lewat pukul 12.00, perwakilan dari Pemkab Dharmasraya belum juga hadir. Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Dharmasraya, Jemi Hendra.
Di sisi lain, unsur Forkopimda seperti Polres, Kejaksaan Negeri, dan instansi lainnya sudah hadir sebelum pukul 10.00. Sekitar pukul 12.30, utusan Pemkab Dharmasraya yang diwakili Pj Sekkab Jasman Rizal baru tiba.
Dari enam fraksi yang hadir, empat fraksi PKB, Golkar, Demokrat, dan PAN menegaskan agar rapat ditunda. Sementara dua fraksi lainnya, yakni PDIP dan Gerindra, menyatakan rapat dapat dilanjutkan.
“Karena empat fraksi menyatakan rapat ditunda, sementara hanya dua fraksi yang menyatakan lanjut, maka setelah mendengarkan sikap masing-masing fraksi, kami menyampaikan hasil forum secara terbuka. Fraksi Gerindra menyatakan lanjut, PKB ditunda, Demokrat ditunda, PDIP lanjut, PAN ditunda, dan Golkar ditunda. Dengan demikian, rapat dijadwalkan kembali,” tegas Jemi.
Tidak berhenti di situ, Jemi juga menyampaikan teguran keras kepada pihak eksekutif.
“Pak Sekda, kejadian molor seperti ini sudah sering. Padahal keputusan bisa diambil jauh hari. Ini malah di hari H waktunya mepet. Kami berharap ini menjadi pembelajaran, jangan ada lagi keterlambatan seperti ini,” ujarnya di hadapan seluruh undangan.
Kepada Padang Ekspres, Jemi Hendra menegaskan bahwa molornya agenda paripurna bukan pertama kali terjadi.
“Malu kita sama unsur Forkopimda, mereka datang tepat waktu tapi acara sering molor. Mudah-mudahan ke depan hal tersebut tidak terulang lagi,” ulasnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Fraksi Demokrat, Dedek Amarta. “Ke depan jangan terjadi lagi. Rekan-rekan Forkopimda sudah datang, bahkan ada yang sampai dua kali kembali, namun rapat belum juga dimulai. Malu kita. Tujuan kita sama, membangun Dharmasraya,” tegasnya.
Sementara itu Pj Sekkab Jasman Rizal, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan alasan keterlambatan.
“Kami mohon maaf, ini bukan disengaja. Dua minggu ini kami mengolah asistensi hingga pukul 22.00. Tadi kami masih menyelesaikan anggaran. Anggaran tidak mungkin kami serahkan ke dewan kalau belum presisi,” jelasnya.(ita)
Editor : Novitri Selvia