Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Cabai di Dharmasraya Melonjak, Cabai Merah Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Zulfia Anita • Senin, 15 Desember 2025 | 14:38 WIB

Pedagang cabai di Pasar Baru Pulau Punjung sedang melayani pembeli.
Pedagang cabai di Pasar Baru Pulau Punjung sedang melayani pembeli.

PADEK.JAWAPOSCOM-Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Dharmasraya membuat warga, khususnya ibu rumah tangga, harus memutar otak untuk menyesuaikan belanja dapur.

Dalam perdagangan Minggu (14/12), harga cabai merah, bawang merah, hingga cabai rawit tercatat melonjak tajam, dipicu berkurangnya pasokan di pasar.

Salah seorang pedagang, Zainal, 38, mengatakan komoditas yang mengalami kenaikan paling signifikan adalah cabai merah. Saat ini, harga cabai merah di pasaran berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram, tergantung kualitas.

“Cabai merah kualitas bagus dijual Rp 120 ribu per kilogram. Sementara kualitas sedang atau menengah berada di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 105 ribu per kilogram. Padahal pada Jumat (12/12) lalu, harga cabai merah keriting masih berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 84 ribu per kilogram. Jadi, kenaikan harga cabai dalam dua hari terakhir betul-betul luar biasa,” ujar Zainal.

Menurutnya, kenaikan harga juga terjadi pada cabai hijau. Komoditas yang biasanya dijual Rp 60 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp 85 ribu per kilogram.

Bawang merah pun ikut terdongkrak. Untuk bawang merah ukuran besar, harga jual saat ini berada di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang masih berkisar Rp30 ribu per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit mengalami kenaikan cukup drastis. Dari harga Rp 40 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Zainal menyebutkan harga tomat relatif stabil di angka Rp 10 ribu per kilogram. Harga kentang pun bervariasi, tergantung kualitas.

Kentang darek, misalnya, dijual sekitar Rp 15 ribu per kilogram.
Ketika ditanya mengenai penyebab meroketnya harga cabai merah, Zainal mengaku belum mengetahui secara pasti.

Namun, ia menduga kenaikan terjadi akibat terbatasnya pasokan di tingkat pedagang. “Bisa jadi karena pasokan kurang. Memang belakangan ini agak sulit mendapatkan cabai dari pemasok,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Ririn, 23, mengaku terkejut dengan lonjakan harga cabai merah yang terjadi secara mendadak.

“Kaget saja dengan kenaikan harga cabai yang naiknya sangat luar biasa. Terpaksa beli cabai hijau saja karena lebih murah. Kalau tahu harga cabai merah bakal naik seperti ini, hari Jumat itu saya beli setengah kilogram,” ujarnya.

Ririn menambahkan, bagi dirinya dan ibu rumah tangga lainnya, melonjaknya harga cabai menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan.

“Kita butuh untuk masak setiap hari, tapi di sisi lain harganya naik, bahkan sampai lebih dari Rp 100 ribu per kilogram,” katanya. (ita)

Editor : Novitri Selvia
#harga cabai #Pasar Dharmasraya #komoditas