Peninjauan dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya.
Berdasarkan laporan di lapangan, jembatan kayu tersebut telah lama mengalami kerusakan sebelum akhirnya ambruk sepenuhnya.
Jembatan itu menjadi akses vital masyarakat, terutama untuk aktivitas pertanian dan penyadapan karet.
Annisa menyatakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berkomitmen segera melakukan perbaikan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.
“Saya bersama Dinas PU sudah meninjau kondisi jembatan yang rusak di jalan penghubung Nagari Koto Laweh dan Sungai Rumbai. Perbaikan akan dimulai minggu ini dan diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat minggu,” kata Annisa.
Ia menjelaskan kerusakan dipicu oleh penyumbatan aliran air dari sisa bangunan lama, sehingga arus sungai menghantam tebing di pangkal jembatan dan menggerus tanah hingga badan jalan terban.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan memasang batu bronjong di tebing sekitar jembatan, dilanjutkan penimbunan tanah dan rekondisi aspal.
Sambil menunggu perbaikan, jembatan darurat licin disediakan dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Annisa juga mengimbau masyarakat menjaga jembatan dengan memastikan tidak melintas kendaraan dengan muatan melebihi batas atau over dimension over loading (ODOL).(ita)
Editor : Hendra Efison