Pedagang Musfi (35) mengatakan harga cabai rawit memang mulai melandai setelah beberapa hari sebelumnya berada pada level tertinggi.
“Beberapa hari yang lalu tembus sekitar Rp150 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba harga cabai rawit melambung,” ujarnya.
Ia menyebut lonjakan harga tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pembeli. “Kalau sudah begini, penjualan jadi jauh menurun,” katanya.
Salah seorang pembeli, Mita (31), yang sehari-hari berjualan pecel lele, mengaku cukup terbebani dengan kenaikan harga cabai rawit karena kebutuhan harian usahanya mencapai sekitar tiga kilogram.
“Ketika harganya masih Rp15 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram, tidak ada masalah. Tahu-tahu naik setiap hari sampai Rp140 ribu, saya bingung mau jualan,” ujarnya.
Hingga Minggu (11/1), pedagang menyebut belum ada tanda harga cabai rawit kembali ke level normal karena pasokan dari distributor belum stabil. (ita)
Editor : Hendra Efison