Pantauan di lapangan, Selasa (27/1/2026), turunnya harga komoditas hortikultura tersebut berdampak langsung pada meningkatnya volume transaksi. Para pembeli kini cenderung membeli dalam jumlah lebih besar, bahkan rata-rata di atas satu kilogram.
Salah seorang pedagang, Andari (45), mengungkapkan bahwa penurunan harga terjadi secara bertahap dari hari ke hari. Ia menyebutkan, harga cabai merah saat ini dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram, cabai hijau Rp30 ribu per kilogram, sementara cabai rawit berkisar Rp60 ribu per kilogram.
“Tomat juga ikut turun, sekarang dijual sekitar Rp10 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya,” kata Andari.
Menurutnya, beberapa waktu lalu harga cabai sempat melambung tinggi hingga menembus angka di atas Rp100 ribu per kilogram. Namun kini harga tersebut turun drastis ke kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Andari menilai, melimpahnya pasokan menjadi faktor utama turunnya harga di pasaran.
Penurunan harga tersebut membawa dampak positif bagi pedagang. Andari mengaku penjualannya meningkat tajam dibandingkan saat harga masih tinggi.
“Sekarang rata-rata pelanggan beli cabai lebih dari satu kilogram. Dulu waktu harga cabai di atas Rp100 ribu per kilogram, pembeli paling banyak cuma beli satu ons atau seperempat kilogram. Jarang yang beli satu kilogram,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Fitri (31), salah seorang pembeli asal Pulau Punjung. Ia mengaku sangat terbantu dengan turunnya harga cabai dan bawang di pasaran.
“Senang sekali sekarang harga cabai sudah jauh turun. Mumpung murah, saya beli tiga kilogram, langsung digiling dan disimpan di lemari pendingin supaya awet. Takut nanti harga cabai naik lagi,” ungkapnya.
Turunnya harga komoditas hortikultura ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap stabil dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional semakin menggeliat. (ita)
Editor : Adetio Purtama