SIKABAU—Seorang pria bernama Yoga Fernando (24), warga Jorong Koto Sikabau, Kenagarian Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon karet pada Jumat (3/4/2026).
Peristiwa ini menggegerkan warga setempat setelah jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Madi saat hendak pergi ke kebun untuk memanen sawit.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana melalui Kasat Reskrim AKP Hendri menjelaskan, saksi melihat seorang laki-laki dalam kondisi tergantung menggunakan tali di pohon karet.
“Selanjutnya saksi mendekat dan memanggil korban karena mengenal korban, namun tidak ada jawaban,” ujarnya.
Baca Juga: Limpiang Khas Minangkabau Bertahan, Rosni Produksi Sejak 1991
Ditemukan di Kebun Sawit
Setelah memastikan kondisi tersebut, saksi kemudian mendatangi rumah korban untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga.
Saksi bersama ayah korban kemudian kembali ke lokasi kejadian. Saat itu, korban masih dalam kondisi tergantung di pohon karet.
Ayah korban langsung memotong tali dan menurunkan korban. Namun, korban diketahui sudah tidak bernyawa saat diturunkan.
Polisi Lakukan Pemeriksaan Saksi
Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi guna mengetahui kronologi kejadian.
Baca Juga: Libur Paskah 2026, KAI Sumbar Sediakan 23.376 Kursi Kereta
Berdasarkan keterangan saksi, tidak diketahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia. Namun, korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri.
Polisi juga menyebut adanya dugaan permasalahan keluarga, meskipun belum dapat dipastikan secara rinci.
Keluarga Tolak Autopsi
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait pemeriksaan lebih lanjut, termasuk visum et repertum atau autopsi.
Namun, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga korban menolak untuk dilakukan proses hukum dan autopsi serta bersedia membuat surat pernyataan,” kata AKP Hendri.
Dengan adanya penolakan tersebut, proses penanganan lebih lanjut disesuaikan dengan permintaan pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat yang sebelumnya tidak mengetahui kejadian tersebut hingga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.(*)
Editor : Hendra Efison