Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemprov Sumbar Apresiasi Kinerja Pemkab Dharmasraya, 5 Indikator Lampaui Rata-rata Provinsi

Zulfia Anita • Selasa, 7 April 2026 | 12:14 WIB
(PEMKAB DHARMASRAYA)
(PEMKAB DHARMASRAYA)

PADEK.JAWAPOS.COM--Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi terhadap kinerja pembangunan Kabupaten Dharmasraya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, yang menilai capaian pembangunan Dharmasraya dalam kurun waktu satu tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dan layak mendapat perhatian publik.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Dharmasraya tidak hanya mengalami perbaikan secara absolut, tetapi juga berhasil melampaui rata-rata capaian kabupaten/kota di Sumatera Barat pada sebagian besar indikator makro pembangunan sepanjang periode 2024–2025.

Baca Juga: Voice of The Earth Sumatera, Climate Fest Vol 2 Ajak Generasi Muda Peduli Iklim

Medi menjelaskan, pada tahun 2024 terdapat tiga indikator utama yang masih berada di bawah rata-rata provinsi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat itu tercatat sebesar 6,02 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi sekitar 5,62 persen. Pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,86 persen, masih di bawah capaian provinsi sebesar 4,36 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dharmasraya pada 2024 sebesar 74,82, juga tertinggal dari rata-rata provinsi yang mencapai 76,43. Meski demikian, beberapa indikator lainnya telah menunjukkan capaian positif, seperti tingkat kemiskinan sebesar 5,32 persen yang lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi sekitar 5,42 persen, serta pendapatan per kapita sebesar Rp58,71 juta yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi Rp57,05 juta.

Memasuki tahun 2025, Dharmasraya mencatat lonjakan kinerja yang signifikan. Dalam waktu satu tahun, daerah ini berhasil membalikkan kondisi dengan mencatat lima indikator makro yang melampaui rata-rata provinsi.

Baca Juga: Longsor dan Banjir Dharmasraya, Akses Jalan dan Listrik Kini Sudah Pulih

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,61 persen, lebih rendah dibandingkan provinsi yang berada di kisaran 5,31 persen. TPT juga menurun menjadi 5,51 persen, lebih baik dari rata-rata provinsi sekitar 5,62 persen, yang menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Pertumbuhan ekonomi Dharmasraya pada 2025 tercatat sebesar 3,79 persen, melampaui capaian provinsi di angka 3,37 persen. Sementara itu, pendapatan per kapita meningkat dari Rp58,7 juta menjadi Rp62 juta, mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Meski demikian, IPM masih menjadi satu-satunya indikator yang belum melampaui rata-rata provinsi. Walaupun mengalami peningkatan dari 74,82 menjadi 75,70, angka tersebut masih berada di bawah capaian provinsi sebesar 77,27.

Baca Juga: Barcelona vs Atletico Madrid: Jadwal, Prediksi Skuad dan Adu Tajam Lamine Yamal vs Julian Alvarez

Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan transformasi besar pembangunan Dharmasraya dari daerah yang sebelumnya tertinggal pada sejumlah indikator menjadi daerah yang lebih unggul dan kompetitif secara makro.

Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat yang pada 2025 cenderung mengalami perlambatan—diduga akibat faktor bencana—Dharmasraya justru menunjukkan kinerja yang lebih solid dengan hanya menyisakan satu indikator yang masih tertinggal.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong kemajuan pembangunan daerah.

Baca Juga: Sporting vs Arsenal: Gyokeres Kembali ke Lisbon, Head to Head & Prediksi Line-up Terbaru

Ia juga mengungkapkan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung capaian tersebut, meskipun di tengah tekanan fiskal yang cukup besar.

Namun, tantangan ke depan masih cukup berat. Berdasarkan hasil Musrenbang, kebutuhan pembangunan Dharmasraya tahun 2027 diperkirakan mencapai Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp313,95 miliar berasal dari 231 usulan prioritas, yang didominasi sektor infrastruktur sebesar Rp268,1 miliar.

Di sisi lain, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih terbatas. Rasio PAD saat ini berada di angka 14,17 persen, sementara beban belanja pegawai masih tinggi, mencapai sekitar 58 persen pada 2025, jauh di atas rasio ideal sebesar 30 persen.

Baca Juga: Wali Kota Padang Sambut Syekh Mohammad Al Khoory, Jajaki Kerja Sama Filantropi dan Sosial

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah menyiapkan empat strategi utama. Di antaranya optimalisasi PAD melalui sektor pertambangan dan perkebunan, penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), peningkatan investasi dan daya beli masyarakat, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta.

Dengan langkah strategis tersebut, Dharmasraya optimistis mampu mempertahankan tren positif pembangunan sekaligus menjawab tantangan fiskal di masa mendatang. (ita)

Editor : Adetio Purtama
#pemprov sumbar #Pemkab Dharmasraya #apresiasi #kinerja