PADEK.JAWAPOS.COM–Duka menyelimuti musibah kebakaran di Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, setelah seorang korban bernama Dahlia Agus Safitri (33) meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh, Kamis (7/5/2026).
Korban meninggal setelah mengalami luka bakar serius ketika nekat masuk kembali ke rumah yang terbakar demi menyelamatkan anaknya. Padahal, anak korban saat itu diketahui telah berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas.
Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, mengatakan naluri seorang ibu membuat korban kembali masuk ke dalam rumah yang sedang dilalap api.
“Sebetulnya korban bisa saja selamat andai tidak masuk lagi ke dalam rumah. Namun karena naluri seorang ibu ingin menyelamatkan anaknya, beliau nekat masuk ke kobaran api,” ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Periksa Gaji Anggota DPRD DPO
Saat berada di dalam rumah, korban tertimpa balok kayu terbakar hingga mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya.
David juga menyebut petugas pemadam kebakaran datang cukup cepat ke lokasi kejadian, yakni sekitar 10 hingga 15 menit setelah laporan diterima.
“Sebetulnya Damkar datang cukup cepat, sekitar 10 sampai 15 menit dari saat kejadian. Itu dibuktikan bahwa rumah tersebut tidak hangus secara keseluruhan,” katanya.
Korban sebelumnya dilarikan ke IGD RSUD Sungai Dareh pada Rabu (6/5/2026) pukul 10.10 WIB dengan luka bakar di bagian wajah, dada, punggung, dan kedua kaki. Berdasarkan diagnosis medis, korban mengalami luka bakar derajat dua dengan persentase mencapai 63 persen.
Baca Juga: Rencana dan Biaya Tambang di Pangkalan Diawasi
Kepala RSUD Sungai Dareh, Fitra Neza, mengatakan pihak rumah sakit telah memberikan penanganan maksimal sejak korban pertama kali dirawat.
“Atas perintah Ibu Bupati, kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sejak awal masuk rumah sakit hingga dilakukan tindakan operasi dan perawatan intensif,” ujarnya.
Korban sempat menjalani operasi pada Kamis pagi mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB dan dinyatakan stabil usai tindakan medis. Namun setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, kondisi korban mendadak menurun.
Sekitar pukul 13.25 WIB, korban mengalami sesak napas disertai penurunan kesadaran. Tim medis kemudian memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebanyak lima siklus. Meski berbagai upaya penyelamatan dilakukan, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga serta petugas medis.
Almarhumah Dahlia Agus Safitri meninggalkan seorang suami dan dua orang anak. Salah seorang anak korban juga menjadi korban kebakaran dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh.
Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman.(*)
Editor : Hendra Efison