PADEK.JAWAPOS.COM– Hari pertama bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya memberikan pengalaman baru bagi Alvin (13), siswa kelas VII asal Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, yang kini tinggal di asrama dengan fasilitas pendidikan yang disediakan pemerintah.
Alvin mengaku senang setelah melihat langsung berbagai fasilitas sekolah dan asrama saat menjalani hari pertama sekolah di SRT 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026).
“Sangat senang, Pak. Di sini banyak teman, sekolahnya bagus, ada komputer, makanannya enak, dan kamarnya bagus, bahkan lebih bagus dibanding kamar di rumah,” ujar Alvin saat berbincang dengan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.
Pengalaman tersebut semakin membuat Alvin bersemangat karena sejumlah fasilitas yang tersedia baru pertama kali ia rasakan.
Gedung sekolah dan asrama bertingkat, ruang belajar dengan komputer, serta kamar mandi bersih yang dilengkapi shower menjadi bagian dari fasilitas yang dinikmatinya.
Vasko Soroti Kesempatan Pendidikan
Mendengar pengalaman Alvin, Vasko Ruseimy mengaku terharu. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.
“Anak keluarga prasejahtera bukan tidak pintar, mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Setiap anak memiliki mimpi untuk meraih cita-citanya. Yang sering membedakan hanyalah keadaan dan kesempatan,” ujar Vasko.
Ia menegaskan kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak di Sumatera Barat untuk memperoleh pendidikan terbaik. Menurut Vasko, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Tidak ada anak yang memilih lahir dari keluarga miskin, tetapi setiap anak berhak memilih masa depannya. Ketika satu anak dari keluarga prasejahtera berhasil, yang berubah bukan hanya kehidupannya, tetapi juga kehidupan satu keluarga bahkan satu generasi,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Vasko juga meninjau ruang kelas, asrama, ruang makan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Ia menilai kualitas bangunan dan kelengkapan sarana yang tersedia memberikan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik.
SRT 3 Dharmasraya Tampung 390 Siswa
Vasko meminta Alvin dan seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia berpesan agar siswa rajin belajar, disiplin, dan menjaga kebersamaan selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kepada kepala sekolah dan pengelola, Vasko mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
“Gedung ini sudah sangat bagus. Karena itu harus dirawat bersama, bukan hanya bangunannya tetapi juga kebersihan lingkungannya. Lingkungan yang bersih akan membuat anak-anak semakin nyaman belajar,” pesannya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya merupakan Sekolah Rakyat permanen pertama yang memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa di Sumatera Barat dan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Pada tahun ajaran tersebut, SRT 3 Dharmasraya menampung 390 peserta didik dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Rinciannya, 268 siswa berasal dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, serta masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Seluruh peserta didik memperoleh pendidikan secara gratis dengan sistem berasrama. Pemerintah juga menyediakan tempat tinggal, makanan bergizi, perlengkapan belajar, komputer, internet, serta pembelajaran berbasis teknologi digital.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.(*)
Editor : Hendra Efison