Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pernah Jadi Tukang Becak, Mahyeldi: Tak Ada Alasan untuk Menyerah

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memotivasi siswa SRT 3 Dharmasraya dengan kisah perjuangan hidupnya, Jumat (31/7/2026).
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memotivasi siswa SRT 3 Dharmasraya dengan kisah perjuangan hidupnya, Jumat (31/7/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM– Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membagikan kisah perjuangan hidupnya kepada ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya saat kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat (31/7/2026).

Di hadapan siswa, guru, dan orang tua di SRT 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Mahyeldi mengatakan kondisi ekonomi keluarga bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan dan kesuksesan.

Mahyeldi mengungkapkan dirinya lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sedangkan ibunya memiliki keterbatasan fisik namun tetap bekerja menerima jahitan untuk membantu perekonomian keluarga.

Advertisement

Ia menyebut keluarganya memiliki tujuh bersaudara dan enam di antaranya berhasil menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Tidak ada alasan untuk menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana,” ungkap Mahyeldi di hadapan para siswa.

Mahyeldi Pernah Merantau dan Jadi Tukang Becak

Advertisement

Mahyeldi juga menceritakan dirinya pernah merantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum melanjutkan pendidikan hingga akhirnya dipercaya memimpin Sumatera Barat.

Pengalaman tersebut menjadi alasan Mahyeldi terus mendorong para siswa agar tidak merasa rendah diri dan berani memiliki cita-cita tinggi.

“Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses. Yang paling penting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak para siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad untuk berjuang. Seruan “Sekolah Rakyat 3 Dharmasraya!” yang disampaikan Mahyeldi dibalas ratusan siswa dengan jawaban, “Kami siap sungguh-sungguh!”

Menurut Mahyeldi, setiap anak Sumatera Barat memiliki warisan perjuangan dari tokoh-tokoh bangsa. Ia menyebut nama Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan Tan Malaka sebagai bagian dari sejarah perjuangan yang harus menjadi inspirasi generasi muda.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Hari Pertama Sekolah, Belajar Melepaskan

Hari Pertama Sekolah, Belajar Melepaskan

MPLS 2026 di TK Jamiatul Hujjaj IPHI Payakumbuh menjadi momen emosional saat anak memulai pendidikan bersama dukungan penuh orang tua.

Cerita dari MPLS Tahun Ini: Penuh Tawa, Sarat Makna

Cerita dari MPLS Tahun Ini: Penuh Tawa, Sarat Makna

Ketua OSIS SMPN 1 Gunuang Omeh berbagi pengalaman MPLS 2026 yang lebih hangat, menyenangkan, membangun karakter, dan mempererat kebersamaan siswa baru

Bunda PAUD Padangpanjang Apresiasi Orang Tua Dampingi MPLS, USB PAUD Negeri Baru Masuk Tahap Akhir

Bunda PAUD Padangpanjang Apresiasi Orang Tua Dampingi MPLS, USB PAUD Negeri Baru Masuk Tahap Akhir

Bunda PAUD Padangpanjang apresiasi pendampingan orang tua saat MPLS, sementara pengajuan pembangunan USB PAUD negeri memasuki tahap akhir pemerintah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer