PADEK.JAWAPOS.COM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Dharmasraya mulai menunjukkan penurunan. Namun, Kecamatan Pulau Punjung masih menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, dengan total 236 kasus sepanjang 25 Agustus hingga 2 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Yosta Defina mengatakan, dalam dua hari terakhir, yakni 1 dan 2 September 2026, tercatat 133 kasus ISPA.
Pada periode tersebut, Pulau Punjung kembali menjadi kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak. Tercatat 33 kasus ISPA di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah, saat ini kasus ISPA sudah turun dengan penurunan yang cukup signifikan. Walau demikian kita tetap mengimbau kepada warga agar tetap waspada," kata Yosta.
Menurutnya, kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu, terutama apabila paparan asap kembali meningkat. Masyarakat juga diimbau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan menjaga kondisi kesehatan.
849 Kasus ISPA Tercatat Selama Sembilan Hari
Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Dharmasraya mencatat 849 kasus ISPA sejak 25 Agustus hingga 2 September 2026.
Pada 25 Agustus, tercatat 78 kasus ISPA dengan Pulau Punjung menjadi wilayah tertinggi, yakni 47 kasus.
Jumlah kasus meningkat menjadi 148 kasus pada 26 Agustus. Pulau Punjung kembali mencatat angka tertinggi dengan 48 kasus.
Sehari berikutnya, 27 Agustus, terdapat 146 kasus ISPA. Dari jumlah tersebut, 52 kasus berada di Kecamatan Pulau Punjung.
Pada 28 Agustus, jumlah kasus turun menjadi 100 kasus. Kecamatan Sungai Rumbai menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 20 kasus.
Kasus Harian Kembali Turun pada Awal September
Pada 29 Agustus, Dinkes Dharmasraya mencatat 101 kasus ISPA. Pulau Punjung kembali menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, sebanyak 34 kasus.
Jumlah kasus kemudian turun menjadi 46 kasus pada 30 Agustus. Sungai Rumbai menjadi kecamatan dengan kasus terbanyak, yakni 12 kasus.
Pada 31 Agustus, tercatat 97 kasus ISPA dengan jumlah tertinggi di Pulau Punjung sebanyak 22 kasus.
Memasuki September, kasus harian tercatat 61 kasus pada 1 September. Pulau Punjung dan Kecamatan Timpeh masing-masing menyumbang 14 kasus.
Selanjutnya pada 2 September, terdapat 72 kasus ISPA. Pulau Punjung kembali menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 19 kasus.
Yosta mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Keluhan pada saluran pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga gangguan pernapasan tidak sebaiknya diabaikan, terutama oleh kelompok yang rentan.
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.(*)
Editor : Hendra Efison