PADEK.JAWAPOS.COM — Musim kemarau yang berlangsung sekitar tiga bulan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Dharmasraya.
Di Kecamatan Koto Baru, sekitar 1.600 kepala keluarga (KK) terdampak setelah sumur dan sumber air warga mengalami penurunan debit hingga sebagian mulai mengering.
Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya Ardianus Effendi mengatakan, warga terdampak berada di dua wilayah.
Sebanyak 1.500 KK berada di Jorong Aur Jaya, Nagari Koto Padang, sedangkan 100 KK lainnya berada di Jorong Lubuk Pering, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat mulai sulit dipenuhi secara mandiri. Air yang sebelumnya mudah diperoleh dari sumur dan sumber air lainnya kini semakin terbatas.
“Sekitar 1.600 KK terdampak kekeringan. Sebanyak 1.500 KK di Jorong Aur Jaya, Nagari Koto Padang, dan 100 KK di Jorong Lubuk Pering, Nagari Koto Baru,” kata Ardianus.
BPBD Mulai Distribusikan Air Bersih
Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar, BPBD Dharmasraya mulai mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air.
Pada Minggu (6/9/2026), BPBD menyalurkan air bersih kepada 20 KK di Jorong Aur Jaya, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.
Sehari sebelumnya, Jumat (4/9/2026), distribusi air bersih juga dilakukan di Jorong Lubuk Pering, Nagari Koto Baru. Bantuan tersebut diberikan kepada 100 KK.
Ardianus mengatakan penyaluran air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air.
Kekeringan tersebut mulai menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat, mulai dari air untuk minum, memasak, mandi hingga berbagai keperluan rumah tangga lainnya.
Wilayah Rawan Kekeringan Terus Dipantau
BPBD Dharmasraya akan terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kecamatan Koto Baru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah laporan kekeringan muncul di sejumlah titik.
Menurut Ardianus, pemerintah nagari dan masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila sumber air warga mulai mengering atau kebutuhan air bersih tidak lagi dapat dipenuhi secara mandiri.
Distribusi air bersih akan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Pemantauan juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan munculnya wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memberikan tekanan terhadap ketersediaan air bersih masyarakat Dharmasraya.(*)
Editor : Hendra Efison