Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

53 Karhutla Terjadi di Dharmasraya, BPBD Duga Kabut Asap Kiriman dari Luar Daerah

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Dharmasraya memadamkan api yang membakar rumpun batang pisang di wilayah Dharmasraya.
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Dharmasraya memadamkan api yang membakar rumpun batang pisang di wilayah Dharmasraya.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Sedikitnya 53 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Dharmasraya hingga Minggu (6/9/2026). Namun, BPBD menduga kabut asap yang dirasakan warga sejak 24 Agustus tidak seluruhnya berasal dari karhutla di daerah tersebut.

Kalaksa BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan jumlah kejadian dan luas lahan terbakar di daerah itu relatif kecil serta kebakaran tidak terjadi setiap hari.

Karena itu, berdasarkan pemantauan kondisi lapangan, asap yang menyelimuti Dharmasraya diduga merupakan kiriman dari wilayah di luar kabupaten tersebut.

Advertisement

“Kalau kita lihat dari kejadian kebakaran di Dharmasraya, jumlahnya relatif sedikit dan luas lahan yang terbakar juga tidak terlalu besar. Kebakaran juga tidak terjadi setiap hari,” kata Suherman.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dasar BPBD menduga kabut asap yang dirasakan masyarakat sejak 24 Agustus berasal dari wilayah di luar Dharmasraya.

“Karena itu, asap yang dirasakan masyarakat sejak 24 Agustus lalu diduga merupakan asap kiriman dari luar Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Advertisement

BPBD Pantau Hotspot dan Kondisi Udara

Meski demikian, Pemkab Dharmasraya tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan titik panas atau hotspot, baik di wilayah kabupaten maupun daerah sekitarnya.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi munculnya titik api baru.

Suherman mengatakan hujan mulai turun di sejumlah wilayah Dharmasraya. Intensitasnya bervariasi, mulai ringan, sedang hingga lebat, tetapi belum merata dan durasinya belum cukup lama.

“Mudah-mudahan hujan segera turun secara merata sehingga kondisi lahan kembali lebih lembap dan risiko kebakaran dapat semakin ditekan,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Pemkab Dharmasraya menggelar Shalat Istisqa saat karhutla, kabut asap, dan kekeringan melanda, sembari memperkuat patroli serta pelayanan

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 masker Dharmasraya dibagikan serentak untuk melindungi kelompok rentan dari kabut asap yang diduga kiriman daerah tetangga.

52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan

52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan

52 Satgas Karhutla tingkat nagari di Dharmasraya memperkuat patroli malam, deteksi hotspot, pemadaman cepat, penegakan hukum, dan pemulihan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer