Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memperlihatkan hasil kesepakatan rapat Forkopimda tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla, Rabu (9/9/2026).
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani memperlihatkan hasil kesepakatan rapat Forkopimda tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla, Rabu (9/9/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 52 Satgas Karhutla tingkat nagari disiapkan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli rutin, terutama pada malam hari, menjadi salah satu langkah utama untuk menemukan potensi titik api sebelum kebakaran meluas.

“Kita tidak ingin menunggu kondisi menjadi lebih buruk baru kemudian bertindak. Karena itu, 52 Satgas Karhutla di tingkat nagari harus aktif melakukan patroli, terutama pada malam hari, melaporkan setiap perkembangan hotspot, dan bergerak cepat ketika ditemukan titik api,” ujar Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, Kamis (10/9/2026).

Satgas yang dibentuk melalui SK Bupati Dharmasraya pada sehari sebelumnya itu, juga diwajibkan melaporkan hasil patroli dan perkembangan hotspot setiap hari kepada Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Advertisement

Setiap temuan titik api akan segera diverifikasi dan ditangani. Tim pemadam dari Damkar bersama unsur Forkopimda dan Satgas Karhutla akan bergerak untuk melakukan pemadaman sedini mungkin agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Untuk mempercepat respons di lapangan, Pemkab Dharmasraya juga menambah peralatan penanganan karhutla berupa motor trail, selang, alat semprot dan peralatan pendukung lainnya. Motor trail disiapkan untuk membantu menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan pemadam.

Penguatan sistem tersebut dilakukan di tengah potensi karhutla yang masih perlu diwaspadai. Sejak Agustus hingga 9 September 2026, tercatat 64 titik hotspot di Dharmasraya.

Advertisement

Sejumlah kejadian juga diduga dipicu bara api yang berasal dari wilayah kabupaten atau kota tetangga. Faktor kelalaian, seperti membuang puntung rokok sembarangan, juga menjadi salah satu dugaan penyebab kebakaran.

Karena itu, patroli tidak hanya ditujukan untuk menemukan titik api, tetapi juga mencegah aktivitas pembakaran hutan dan lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian.

Kelalaian Tetap Diproses

Pemkab Dharmasraya menegaskan kelalaian yang menyebabkan kebakaran bukan berarti bebas dari pertanggungjawaban hukum.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Pemkab Dharmasraya menggelar Shalat Istisqa saat karhutla, kabut asap, dan kekeringan melanda, sembari memperkuat patroli serta pelayanan

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 masker Dharmasraya dibagikan serentak untuk melindungi kelompok rentan dari kabut asap yang diduga kiriman daerah tetangga.

Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring

Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring

Dharmasraya tetapkan Siaga 1 Karhutla hingga 24 September setelah 64 hotspot dan udara tidak sehat. Sekolah kembali daring, masker ditambah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer