Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dharmasraya Siaga 1 Karhutla hingga 24 September, Sekolah Kembali Daring

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯
Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.
Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM—Pemkab Dharmasraya menetapkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi Siaga Darurat atau Siaga 1 mulai 10 hingga 24 September 2026. Pemerintah mengambil langkah ini setelah kualitas udara di Dharmasraya kembali berada pada kategori tidak sehat selama tiga hari terakhir.

Sejak Agustus hingga 9 September 2026, pemantauan mencatat 64 titik hotspot di Dharmasraya. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat langkah perlindungan masyarakat, terutama setelah kualitas udara kembali memburuk.

Kesepakatan peningkatan status tersebut dihasilkan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Advertisement

Rapat itu dihadiri Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Kajari Dharmasraya Indra Gunawan, Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman, Ketua Pengadilan Negeri Pulau Punjung Bangun Sagita Rambey, Sekda Dharmasraya Medison, serta Plt Kepala UPTD KPHP Dharmasraya Unit IX Habibullah.

Sekolah Kembali Daring

Dinas Pendidikan Dharmasraya kembali mengalihkan pembelajaran luring menjadi daring untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP pada 10–11 September 2026.

Advertisement

Pemkab Dharmasraya akan memantau kondisi pada pekan 13 September 2026 untuk menentukan apakah pembelajaran daring perlu dilanjutkan.

Sementara itu, pemerintah kabupaten akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait pembelajaran jenjang SMA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

ASN Hamil Diimbau Bekerja dari Rumah

Pemkab Dharmasraya juga mengimbau ASN yang sedang hamil untuk bekerja dari rumah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi kelompok rentan dari dampak memburuknya kualitas udara.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan pemerintah tidak ingin menunggu kondisi semakin buruk sebelum mengambil tindakan.

“Kita tidak ingin menunggu kondisi menjadi lebih buruk baru kemudian bertindak. Karena itu, status Siaga Darurat ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita untuk mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh unsur bergerak bersama,” ujar Annisa.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa di Tengah Karhutla, Kabut Asap, dan Kekeringan

Pemkab Dharmasraya menggelar Shalat Istisqa saat karhutla, kabut asap, dan kekeringan melanda, sembari memperkuat patroli serta pelayanan

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 Masker Bantuan Wagub Vasko Dibagikan Serentak di Dharmasraya, Antisipasi Kabut Asap

50.000 masker Dharmasraya dibagikan serentak untuk melindungi kelompok rentan dari kabut asap yang diduga kiriman daerah tetangga.

52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan

52 Nagari Siaga Karhutla, Patroli Malam Jadi Garda Terdepan

52 Satgas Karhutla tingkat nagari di Dharmasraya memperkuat patroli malam, deteksi hotspot, pemadaman cepat, penegakan hukum, dan pemulihan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer