PADEK.JAWAPOS.COM— Kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir mulai menyulitkan warga di sejumlah jorong di Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, mendapatkan air bersih.
Sejumlah sumber air masyarakat mulai menyusut. Bahkan, warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mulai dari membeli air menggunakan mobil tangki hingga mengambil air dari masjid dan meminta kepada tetangga.
Kondisi tersebut dirasakan warga di antaranya di Jorong Tanjung Limau dan Jorong Ampek Koto. Minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat persediaan air pada sumur warga semakin terbatas.
Sumur Bor Mulai Kering
Salah seorang warga Pulau Punjung, Nana, 42, mengatakan sumur bor miliknya sudah beberapa minggu terakhir sering mengalami kekeringan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terkadang harus membeli air dari mobil tangki. Pada kondisi tertentu, Nana juga mengambil air dari masjid atau meminta kepada tetangga yang sumurnya masih memiliki persediaan.
“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terkadang membeli air dari mobil tangki, terkadang ambil air di masjid, terkadang minta sama tetangga yang air sumurnya masih ada,” ujar Nana.
Menurutnya, meminta air kepada tetangga juga tidak bisa dilakukan terus-menerus karena persediaan air mereka mulai terbatas.
“Kalau minta sama tetangga terus-menerus juga tidak enak. Masalahnya pasokan air mereka juga sedikit,” katanya.
Nana berharap hujan segera turun sehingga persediaan air di sumur warga kembali meningkat dan masyarakat tidak semakin kesulitan mendapatkan air bersih.
Pemerintah Nagari Mulai Data Warga
Wali Nagari Ampek Koto, Kecamatan Pulau Punjung, David Iskan, mengatakan pemerintah nagari masih melakukan pendataan kondisi masyarakat di masing-masing jorong.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air bersih secara lebih akurat sebelum pemerintah nagari mengajukan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya.
“Sampai saat ini kita masih menunggu laporan dari masing-masing jorong tentang kondisi kebutuhan air bersih pascamusim kemarau yang melanda Dharmasraya,” ujar David.
Setelah data resmi dari masing-masing jorong terkumpul, pemerintah nagari akan mengajukannya kepada BPBD untuk mendapatkan bantuan pendistribusian air bersih.
Jika kondisi semakin parah, distribusi air menggunakan mobil tangki menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
David mengatakan pemerintah nagari akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama hujan belum turun secara signifikan.
“Kami berharap hujan segera turun sehingga persoalan air bersih ini tidak semakin meluas. Untuk sementara, kita terus melakukan pendataan dan melihat kondisi masyarakat di masing-masing jorong,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison