PADEK.JAWAPOS.COM— Jalan di Perumahan Rabah Tibarau, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, berubah menjadi kubangan lumpur setelah digali untuk pemasangan pipa PDAM. Kondisi itu membuat sejumlah kendaraan terperosok dan mengganggu akses warga di kawasan tersebut.
Masalah muncul setelah hujan mengguyur kawasan itu pada Jumat (11/9/2026). Tanah bekas galian yang berada di badan jalan melumer dan menutup akses keluar-masuk warga.
Sebelum penggalian dilakukan, jalan yang hanya berupa koral tersebut masih dapat dilalui kendaraan dengan lancar, termasuk ketika hujan.
Kondisinya berubah setelah badan jalan dibongkar untuk pemasangan pipa PDAM dan bekas galian diduga tidak dipulihkan serta dipadatkan dengan baik.
Sejumlah kendaraan yang mencoba melintas dilaporkan terperosok. Pengendara sepeda motor juga menghadapi risiko jatuh ketika melewati jalur yang tertutup lumpur dan terdapat lubang bekas galian.
Keluhan warga juga muncul dalam grup WhatsApp Jorong Ranah Pulau. Seorang warga menyampaikan kondisi akses di Blok D setelah proyek PDAM.
"Izin pak Jorong, warga blok D terisolasi, jalan rusak sangat parah," ucap warga tersebut sambil meminta solusi kepada jorong.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan pelaksana menggali badan jalan, bukan bahu jalan.
Karena itu, ia meminta pihak pelaksana memperhatikan pemulihan jalan setelah pekerjaan pemasangan pipa.
"Digali di badan jalan, bukan di bahu jalan. Setelah digali, bekasnya tidak ditimbun dan dipadatkan dengan sempurna. Begitu hujan, tanahnya melumer dan jalan berubah menjadi kubangan lumpur," katanya.
Ia meminta pelaksana mengembalikan kondisi jalan seperti semula setelah pekerjaan selesai.
Menurutnya, warga yang menggunakan akses tersebut kini menanggung dampak dari pekerjaan penggalian.
"Kami yang tinggal di blok ini jadi terisolasi, tidak bisa ke mana-mana. Kalau dipaksakan menerobos, risikonya jatuh atau kendaraan masuk lubang," ujarnya.
Warga lainnya menilai kondisi tersebut semakin berbahaya pada malam hari atau saat hujan.
Lumpur menutup lubang bekas galian sehingga pengendara sulit melihat bagian jalan yang berisiko.
Warga tersebut mengatakan jalan memang belum beraspal sebelum proyek berjalan. Namun, jalan koral itu masih relatif aman dilalui kendaraan, termasuk ketika hujan.
"Semula tidak ada masalah dengan jalan ini. Walaupun hanya jalan koral, aman-aman saja dilewati, termasuk saat hujan. Masalah muncul setelah ada galian pipa PDAM," katanya.
Warga berharap pihak pelaksana segera turun ke lokasi, menimbun kembali bekas galian menggunakan material yang sesuai, kemudian memadatkannya agar jalan kembali layak dilalui.
Padang Ekspres menghubungi pihak pelaksana proyek, Riri, melalui telepon pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.
Konfirmasi melalui WhatsApp pada waktu yang sama juga belum mendapat respons. Pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.24 WIB, Padang Ekspres kembali menghubungi Riri, tetapi belum mendapat jawaban.
Sekitar 20 menit kemudian, atau pukul 10.47 WIB, Riri merespons singkat melalui WhatsApp. "Kami akan segera tindaklanjuti," jawab Riri.(*)
Editor : Hendra Efison