Udara Dharmasraya masih tidak Sehat, Pemkab Gratiskan Pengobatan ISPA hingga 19 November

Zulfia Anita • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:20 WIB
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. (DOKUMENTASI PRIBADI)
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. (DOKUMENTASI PRIBADI)

PADEK.JAWAPOS.COM–Meski tidak ditemukan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama tiga minggu terakhir, kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya masih berada dalam kondisi tidak sehat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya pun mengambil langkah antisipasi untuk mencegah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan upaya penanganan difokuskan pada dua langkah utama, yakni pencegahan dan edukasi masyarakat serta deteksi dini dan pengobatan.

Dari sisi pencegahan, Pemkab Dharmasraya membagikan masker kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, termasuk anak-anak di sekolah. Jajaran pemerintah daerah bersama fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) juga meningkatkan edukasi mengenai pentingnya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan meminimalkan paparan kabut asap.

Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Semen Hantam Rumah Warga di Jalan Solok-Padang

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap penyakit pernapasan.

Sementara itu, dari sisi deteksi dini dan pengobatan, Pemkab Dharmasraya meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan ISPA di rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, dan seluruh jaringan pelayanan kesehatan.

Tenaga kesehatan juga dikerahkan untuk mendatangi rumah-rumah warga guna melakukan skrining awal, terutama terhadap masyarakat yang masuk kelompok rentan.

Baca Juga: Liverpool vs Villarreal 4-3: Rio Ngumoha Lewati Rekor Assist Michael Owen di Eropa

"Mengingat daerah kita yang luas dan tidak ada rumah sakit swasta, maka kami juga meminta beberapa dokter berkantor di Pustu agar pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat," kata Annisa.

Selain mendekatkan pelayanan kesehatan, Pemkab Dharmasraya memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terindikasi mengalami ISPA akibat kabut asap.

Pelayanan tersebut dapat diakses di puskesmas pembantu (Pustu) atau puskesmas terdekat. Program ini secara khusus menyasar warga Dharmasraya yang belum memiliki BPJS Kesehatan dan berlaku hingga 19 November, sesuai keterangan bupati.

Baca Juga: Inklusi Keuangan Syariah Baru 13,24 Persen, OJK Perkuat Peran DPS

Annisa menegaskan, langkah tersebut bertujuan memastikan gangguan pernapasan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga keluhan semakin parah untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Kami ingin memastikan gangguan pernapasan bisa dideteksi dan ditangani sedini mungkin, sebelum kondisinya menjadi lebih parah. Jangan menunggu sampai sakit bertambah berat untuk berobat," ujarnya.

Baca Juga: OJK Catat Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun hingga Agustus 2026

Bupati Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Di tengah kondisi udara yang masih tidak sehat, Annisa mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan kabut asap.

Warga diminta tetap menggunakan masker hingga kualitas udara membaik, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama-sama agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Baca Juga: YBM PLN Padang Salurkan Bantuan Sekolah untuk 59 Siswa Terdampak Banjir Bandang

Annisa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Dharmasraya, pemerintah nagari, dan tenaga kesehatan yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi tersebut.

Pemkab Dharmasraya berharap penguatan pencegahan, edukasi, dan pelayanan kesehatan dapat membantu menekan risiko peningkatan kasus ISPA, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh penanganan yang cepat dan mudah dijangkau. (ita)

Editor : Adetio Purtama
udara tidak sehat Pemkab Dharmasraya pengobatan gratis kabut asap ispa