PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman mempertegas komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Sebanyak 80 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 – Tailor Made Training (TMT) yang digelar (1–15/4) lalu di UPT BLK Lubuksikaping resmi menuntaskan program dan dinyatakan siap memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.
Penutupan pelatihan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, mewakili Bupati Pasaman, Welly Suhery. Dalam sambutan yang dibacakannya, Bupati menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi bagian nyata dari program prioritas daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis tenaga kerja terampil.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing, baik di dunia kerja maupun dalam membangun usaha mandiri,” ujar Roichard saat membacakan sambutan Bupati Welly Suhery.
Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung target penciptaan 1.000 lapangan kerja di Kabupaten Pasaman secara bertahap dan berkelanjutan. Pemerintah daerah optimistis, melalui pelatihan vokasi yang terstruktur dan berkesinambungan, target tersebut dapat tercapai.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, Dr. Ariswan, menekankan bahwa kurikulum pelatihan dirancang menyesuaikan kebutuhan industri dan potensi usaha lokal agar hasilnya lebih aplikatif.
“Seluruh materi pelatihan disusun berbasis kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha di daerah. Dengan demikian, peserta tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki bekal kuat untuk membuka usaha secara mandiri,” jelas Ariswan.
Selama dua pekan, peserta dibekali keterampilan di sejumlah bidang dengan prospek kerja tinggi, seperti instalasi listrik, tata boga (ragi dan non-ragi), menjahit bedcover lanjutan, tata rias pengantin, serta cost estimator konstruksi.
Selain pelatihan teknis, peserta juga memperoleh berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pakaian kerja, modul pelatihan, konsumsi, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Di akhir program, peserta mendapatkan sertifikat pelatihan serta sertifikasi dari BNSP bagi yang lulus uji kompetensi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BPVP Padang. Dukungan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pelatihan berjalan sesuai standar nasional dan kebutuhan industri.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPVP Padang, Arnov Trihartanto, atas alokasi anggaran melalui Dana DIPA dan Petunjuk Operasional Kegiatan BPVP Padang Tahun 2026 dalam kerangka program Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI.
“Dukungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Pasaman, sekaligus mempercepat pencapaian target 1.000 lapangan kerja,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi kegiatan. (wni)