PADEK.JAWAPOS.COM - Gerak Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Agam mulai terasa nyata. Tak lagi sebatas konsep, puluhan gerai kini berdiri dan dibangun, menandai langkah konkret penguatan ekonomi berbasis nagari.
Data terbaru menunjukkan, dari total 92 KDMP, sebanyak 26 titik lahan telah disiapkan untuk pembangunan gerai. Dari jumlah itu, 4 gerai sudah rampung, sementara 14 lainnya masih dalam proses pembangunan.
Dari sisi legalitas, geliatnya juga tak main-main. Sebanyak 52 KDMP telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 81 koperasi sudah memiliki NPWP. Ini modal penting untuk masuk ke sistem usaha yang lebih formal dan berkelanjutan.
Tak berhenti di situ, aktivitas kelembagaan juga mulai hidup. Tercatat 14 koperasi telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), dengan 12 di antaranya sudah menjalankan usaha aktif. Total anggota KDMP di Agam kini mencapai 3.864 orang, menunjukkan basis ekonomi kolektif yang terus tumbuh.
Penguatan di lapangan terus didorong melalui pendampingan intensif, mulai dari pembangunan gerai, pembaruan data koperasi, penyusunan rencana bisnis, hingga membuka peluang kemitraan strategis.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Agam, Endrimelson, menegaskan KDMP tidak boleh berhenti di tahap pembentukan semata.
“Yang kita dorong adalah koperasi yang benar-benar hidup, berusaha, dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan progres yang terus bergerak, KDMP diproyeksikan menjadi motor baru ekonomi nagari. Bukan sekadar program, tapi pijakan menuju kemandirian masyarakat Agam. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril