Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pessel Genjot Ekonomi Nelayan lewat KNMP

Yoni Syafrizal • Rabu, 13 Mei 2026 | 09:20 WIB
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Andi Syafinal, bersama jajaran saat melakukan survei dan verifikasi di Kampung Sungai Bungin, Kecamatan Batangkapas, beberapa waktu lalu. Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi nelayan. (DOK DINAS PERIKANAN)
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Andi Syafinal, bersama jajaran saat melakukan survei dan verifikasi di Kampung Sungai Bungin, Kecamatan Batangkapas, beberapa waktu lalu. Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi nelayan. (DOK DINAS PERIKANAN)

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus mendorong pengembangan kawasan pesisir berbasis ekonomi nelayan modern. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah mengusulkan Kampung Sungai Bungin, Kecamatan Batang Kapas, sebagai lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026.

Keseriusan itu ditandai dengan pelaksanaan survei dan verifikasi lapangan oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI beberapa waktu lalu. Tahapan tersebut menjadi penentu kelayakan kawasan untuk masuk dalam program prioritas nasional tersebut.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Andi Syafinal, mengatakan survei dan verifikasi merupakan langkah awal untuk memastikan lokasi yang diusulkan memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa lokasi yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh KKP,” ujar Andi Syafinal saat dihubungi, Selasa (12/6).

Menurutnya, kehadiran tim KKP yang turun langsung melihat kondisi riil masyarakat nelayan Sungai Bungin menjadi peluang besar bagi Pessel dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis kawasan terpadu.

Ia menegaskan, Program KNMP merupakan salah satu program prioritas nasional yang diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Karena itu, Pemkab Pessel disebut serius menyiapkan seluruh aspek pendukung agar Kampung Sungai Bungin dapat lolos sebagai lokasi pembangunan.

Secara nasional, Program Kampung Nelayan Merah Putih digagas KKP RI untuk mentransformasi desa nelayan tradisional menjadi kawasan pesisir yang modern, bersih, produktif, dan terintegrasi.

“Program ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan,” jelasnya.

Program tersebut menargetkan pembangunan di 100 lokasi di berbagai provinsi di Indonesia pada 2026. Sasaran utamanya adalah wilayah pesisir yang memiliki potensi besar, namun belum tergarap secara optimal.

 

Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, program ini juga diarahkan untuk mendorong produktivitas perikanan dan menciptakan kemandirian ekonomi nelayan melalui sistem usaha terintegrasi.

“Dengan demikian, nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan semata, tetapi juga memiliki nilai tambah dari hasil produksinya,” tambah Andi.

Program KNMP juga menitikberatkan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti dermaga, gudang beku (cold storage), penataan rumah nelayan, hingga peningkatan fasilitas desa lainnya.

Konsep pengembangannya mengedepankan integrasi antara ekosistem nelayan, koperasi, dan pasar. Dengan pola tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat dikelola secara maksimal dari hulu hingga hilir sehingga memberi nilai ekonomi lebih tinggi.

Andi menyebutkan, Pemkab Pessel telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pendataan kelompok nelayan, kesiapan lahan, hingga membangun dukungan masyarakat setempat.

“Dengan adanya program ini, kita berharap nelayan tidak hanya menangkap ikan, tetapi juga mampu mengelola hasilnya secara lebih profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap Kampung Sungai Bungin dapat lolos sebagai salah satu penerima Program KNMP mengingat potensi perikanan di kawasan tersebut dinilai cukup besar.

Menurutnya, apabila program tersebut terealisasi, akan terjadi perubahan besar terhadap pola hidup masyarakat nelayan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Yusma Joyo, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi proses verifikasi hingga tahap penetapan lokasi oleh pemerintah pusat.

 

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Program KNMP. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada kelompok nelayan terkait manfaat dan mekanisme program.

“Program ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir dan manajemen usaha nelayan agar lebih maju,” ujar Yusma.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif kelompok nelayan dalam menjaga fasilitas yang nantinya dibangun melalui program tersebut.

Selain itu, masyarakat nelayan diimbau memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kapasitas diri, baik dalam hal produksi maupun pengelolaan usaha.

“Kami berharap masyarakat nelayan dapat bersinergi dengan pemerintah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung program ini agar berjalan sukses,” harapnya.

Menurut Yusma, keberhasilan KNMP tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga komitmen bersama antara masyarakat, kelompok nelayan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui Program KNMP, Pemkab Pessel berharap kawasan pesisir, khususnya Kampung Sungai Bungin, dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru berbasis sektor kelautan dan perikanan. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#KNMP #ekonomi #nelayan