PADEK.JAWAPOS.COM - Mahyeldi Ansharullah membuka kegiatan Gebyar Gebu Minang Kota Padang yang dirangkai dengan jalan santai dan senam massal di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (17/5). Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta serta dimeriahkan dengan berbagai doorprize menarik, mulai dari sepeda listrik hingga hadiah hiburan lainnya.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya pengurus DPP Gebu Minang, DPW Gebu Minang Sumbar, Forkopimda Provinsi dan Kota Padang, Direksi Bank Nagari selaku sponsor utama, serta pengurus Gebu Minang tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Padang. Kegiatan ini juga diramaikan ratusan pelaku UMKM yang memadati kawasan Car Free Day (CFD).
Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang silaturahmi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Sejalan dengan program provinsi yang memang mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga,” kata Mahyeldi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar sejak beberapa tahun terakhir rutin menggelar Car Free Day setiap Minggu pagi di Jalan Sudirman, Kota Padang.
Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, serta melakukan aktivitas ekonomi secara aman dan nyaman.
“Hari ini dari Gebu Minang saja diperkirakan sekitar 10 ribu peserta. Kalau digabung dengan masyarakat umum yang rutin hadir di CFD, saya kira jumlahnya tidak kurang dari 30 ribu orang. Coba kita bayangkan, berapa besar dampak ekonominya,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi juga menyebut tingginya antusiasme masyarakat dalam CFD memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang area kegiatan.
“Dari jam 6 pagi sampai jam 10, masyarakat berbelanja. Ada yang langsung dikonsumsi, ada yang dibawa pulang. Satu outlet bisa menghasilkan Rp1 juta sampai Rp1,5 juta hanya dalam beberapa jam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian besar pelaku usaha yang terlibat merupakan generasi muda dan mahasiswa yang sedang belajar berwirausaha. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendukung kegiatan yang membuka ruang pengembangan bagi anak muda di sektor usaha.
“Kita dukung dan fasilitasi karena ini menjadi ruang belajar bagi milenial untuk berbisnis dan berdagang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengapresiasi kontribusi para perantau Minang, khususnya Gebu Minang, yang dinilai konsisten melestarikan budaya Minangkabau di berbagai daerah perantauan serta membantu masyarakat di kampung halaman, termasuk saat terjadi bencana.
“Kami berterima kasih kepada Gebu Minang Pusat dan para perantau yang selalu hadir membantu kampung halaman. Ketika musibah terjadi, para perantau juga turun langsung membantu masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, kecintaan perantau terhadap budaya Minangkabau juga terlihat dari pembangunan Rumah Gadang di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Thailand, hingga Jepang.
“Perantau Minang punya kebanggaan besar terhadap budayanya. Mereka menjaga budaya Minang di mana pun berada dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua Gebu Minang Kota Padang, Endrizal, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan kembali Gebu Minang setelah sempat vakum dari berbagai aktivitas besar dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun 90-an sampai 2000-an Gebu Minang sangat menyala. Setelah kami dilantik akhir 2025, kami ingin menghidupkan kembali semangat itu dimulai dari Kota Padang,” katanya.
Menurut Endrizal, Gebu Minang ke depan akan fokus pada bidang ekonomi dan kebudayaan. Karena itu, mayoritas peserta dan tenant yang hadir berasal dari kalangan UMKM. (wni)
Editor : Adriyanto Syafril