Bukit Nobita kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata baru Kota Padang. Objek wisata ini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat, sebagai salah satu lokasi untuk menghabiskan waktu liburan.
Di puncak Bukit Nobita dibangun sebuah kapal besar. Tidak hanya kapal, di kawasan itu juga terdapat 3 kolam renang dengan kedalaman yang berbeda yang diperuntukkan bagi anak-anak, remaja dan dewasa.
Agar bisa menikmati pemandangan Kota Padang dari atas kapal dan berenang di kolam yang airnya dingin dan segar, pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 5 ribu per kepala.
Mengingat saat ini sedang merebak pandemi Covid-19, setiap pengunjung wajib menggunakan masker, mengatur jarak, dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pengelola.
Keindahan pemandangan Kota Padang dari ketinggian ditambah sensasi naik kapal di puncak bukit serta bisa berenang sepuas hati, membuat pengunjung betah berlama-lama berada di Bukit Nobita.
Salah seorang pengunjung, Kamaludin, 26, kepada Padang Ekspres mengaku baru pertama kali berkunjung ke Bukit Nobita. Dia mengatakan, pertama mengetahui Bukit Nobita dari media sosial.
“Pertama kali lihat itu dari Instagram, banyak teman-teman yang memposting foto dan video liburan di Bukit Nobita, kalau lihat di Instagram, lokasinya sangat luar biasa,” katanya.
Karena penasaran, dia bersama sejumlah temannya mengunjungi Bukit Nobita. Ketika sampai di puncak bukit, ia sangat takjub dengan pemandangan yang disajikan oleh objek wisata baru di Kota Padang itu.
Kamaludin mengungkapkan, selain pemandangan Kota Padang dari atas bukit, spot menarik lainnya adalah keberadaan kapal besar yang berdiri di atas bukit dan juga areal kolam berenang. “Unik aja, karena jarang-jarang ada kapal yang berada di puncak bukit. Jadi bisa dijadikan spot foto dan diposting ke media sosial,” ungkapnya.
Untuk akses menuju puncak Bukit Nobita, dia mengaku memang dibutuhkan sedikit tenaga yang lebih agar bisa sampai ke puncak. Tapi, lelah akan hilang ketika sampai di puncak dan menyaksikan keindahan alam. “Selain berwisata, objek wisata Bukit Nobita ini juga secara tidak langsung membuat setiap pengunjung seperti berolahraga. Jadi manfaatnya banyak,” katanya.
Hal senada juga dikatakan pengunjung lainnya asal Kota Padangpanjang, Firman Tria, 30. Dia menyebutkan, biaya yang dikeluarkan untuk berwisata ke Bukit Nobita juga terbilang murah dan terjangkau oleh siapapun.
“Ya biaya yang dikeluarkan hanya untuk parkir sepeda motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu. Kemudian, masuk ke wahana kapal dan kolam renang hanya Rp 5 ribu per kepala, jadi cukup terjangkau,” ujarnya.
Firman menyebutkan, berbagai fasilitas penunjang tempat objek wisata juga lengkap seperti kamar mandi, warung makan, mushala dan fasilitas lainnya, sehingga pengunjung bisa berlama-lama di sana.
Lebih lanjut Firman menyampaikan, yang perlu ditambahkan dan dilengkapi lagi adalah penerangan dan jalan akses yang perlu ditata lebih baik. “Kalau turun ke bawah saat malam akan gelap sehingga perlu hati-hati. Kalau ada penerangan mungkin lebih bagus lagi,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Padang, Arfian mengatakan, destinasi wisata Bukit Nobita di Kelurahan Kampung Jua Nan XX merupakan salah satu destinasi wisata baru yang sedang dipersiapkan oleh Pemko Padang. “Keindahan alam Bukit Nobita ini adalah anugerah yang luar biasa dari Allah SWT. Dari atas bukit tersebut, kita bisa memandang keindahan Kota Padang,” ujar Arfian.
Disparbud bersama dinas terkait lainnya telah mengunjungi Bukit Nobita untuk melihat potensi yang bisa dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan. “Kami telah mengunjungi Bukit Nobita dan bertemu dengan pengelolanya,” ujar Arfian.
Diakui Arfian, memang kondisi saat ini untuk bisa sampai ke atas Bukit Nobita membutuhkan fisik yang sangat prima. Karena jalannya masih berbentuk jalan tanah dan juga jalannya sangat terjal.
Sehingga untuk menuju ke puncak bukit lumayan sulit dilalui orang, khususnya berusia lanjut usia. Karena itu, perlu perbaikan akses jalan sehingga bisa dilalui oleh semua orang.
Begitu juga dengan penerangan. Ketika pengunjung pulang, jalan yang dilalui bisa terlihat dengan terang.
“Ke depan kita akan mencoba untuk mengembangkan kawasan ini. Dimana prioritas pertamanya adalah pembangunan jalan menuju ke atas bukit ini. Alhamdulillah beberapa pemilik lahan bersedia memberikan tanahnya untuk dijadikan jalan menuju ke atas bukit,” sebut Arfian.
Jika rencana ini berjalan lancar, akan dibangun jalan dengan lebar 7 meter agar sepeda motor ataupun mobil bisa naik sampai ke atas bukit ini. “Mudah-mudahan dengan adanya jalan baru ini nantinya akan semakin mengembangkan potensi wisata di Bukit Nobita ini,” harap Arfian.
Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bukit Nobita ini sangat gampang. Dari pusat Kota Padang, Bukit Nobita bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Setiba tiba di gerbang masuk Bukit Nobita, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya tepat di depan gerbang masuk. Pengunjung akan diberikan karcis parkir oleh petugas, dimana untuk sepeda motor dikenakan Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu.
Selanjutnya, pengunjung akan melewati jalan menanjak yang penuh bebatuan. Dari bawah sampai puncak bukit, membutuhkan waktu sekitar 15 menit sampai 20 menit. Untuk mencapai puncak Bukit Nobita, pengunjung perlu mengeluarkan tenaga ekstra lantaran beberapa akses jalan terdapat beberapa tanjakan yang lumayan tinggi dan menguras tenaga. Namun di pertengahan jalan, pengunjung bisa beristirahat di area yang lebih datar sambil mengatur napas melanjutkan perjalanan ke puncak. (adetio purtama) Editor : Novitri Selvia