KABAR baik itu disampaikan Muhammad Amin dan Yusrizal Datuak Pado kepada Padang Ekspres, Rabu siang (25/10). Amin yang merupakan kepala madrasah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Makmur dan Yusrizal Datuak Pado yang Wali Nagari Tungkar menginformasikan, Muhammad Hafizh Al Aziz, santri Ponpes Al-Makmur, menjadi satu-satunya wakil Limapuluh Kota, dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat nasional tahun 2023.
STQH merupakan lomba yang rutin diselenggarakan oleh pemerintah dan Kementerian Agama baik dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Pada tahun ganjil dilaksanakan lomba membaca dan memahami Al Quran dan Hadits dengan sebutan STQH,
Sementara di tahun genap dilaksanakan Musabawah Tilawatil Quran (MTW). Perbedaan keduanya ada pada waktu penyelenggaraannya dan cabang lombanya. Dalam MTQ, cabang lomba lebih banyak (lengkap).
Sementara di STQH terbatas pada cabang/golongan tertentu saja. Ada empat cabang lomba dalam STQH, yaitu Seni baca Al Quran (Tilawah), Hafalan Alquran (Hafizh), Tafsir Al Quran, dan Musabaqah Al-Hadits. Adapun Muhammad Hafizh Al Aziz yang akrab disapa Hafizh, akan mewakili Sumbar untuk cabang lomba tahfizh dan tilawah.
“Hafizh akan mengikuti STQ dan Musabaqah Al-Hadits ke 27 tahun 2023 di Jambi mulai 29 Oktober sampai 7 November 2023. Sebelum berangkat ke Jambi, Hafizh akan dikarantina dulu selama empat hari di Hotel Truntum, Padang,” kata Amin dan Yusrizal Datuak Pado.
Amin menyebutkan, Muhammad Hafizh Al Aziz adalah Santri Ponpes Al Makmur Tungkar yang sedang tahun ke-4 menimba ilmu di Pondok, dan fokus di pendalaman tahfiz. Hafizh adalah anak dari pasangan Ustadz Beni Azis dan Ustadzah Werni Yesrita. Keduanya juga Guru di Ponpes Al Makmur Tungkar.
Hafizh berasal dari Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Bakat Hafizh di duni seni baca Al Quran dan hafalan Al Quran mengalir dari kedua orang tuanya. Bahkan, ibunya, Ustazah Werni Yusnita, sejak remaja juga sudah dikenal sebagai qoriah andalan Nagari Tungkar.
Werni Yesrita yang akrab dipanggil Buk Rita, sejak remajanya sampai kini, banyak membina anak-anak dan generasi muda, untuk berbagai lomba keagamaan. Tidak hanya hafizh dan tilawan Quran saja, tapi juga pidato, MSQ, dan baca puisi.
“Bakat kedua orangtuanya, mengalir kepada Hafizh, dan kakaknya Zahra, yang juga seorang qoriah,” kata Wentarizal, Kepala Jorong Sawahloweh. (FAJAR RILLAH VESKY— Situjuh Limo Nagari) Editor : Novitri Selvia