Dilengkapi Pojok Baca Digital, Air Mancur dan Taman Bermain
Masjid Agung Baitul Ilmi merupakan masjid yang kebanggaan warga Pasaman Barat (Pasbar). Bangunannya tampak mewah. Beribadah pun terasa nyaman masjid yang letaknya di Simpang Ampek, Kecamatan Pasaman.
DILIHAT dari luar salah satu yang menonjol dari masjid ini adalah bagian kuba yang besar dan empat buah menara. Masuk ke dalam, keindahan bangunan akan lebih terasa. Mimbarnya terbuat dari kayu jati yang dihiasi seni kaligrafi yang dikelilingi bangunan setengah lingkaran. Ornamen dindingnya juga berukiran yang indah di pandang mata.
Kemudian di dalam masjid ini ada 27 tiang besar berdiri kokoh. Tiang-tiang itu dilapisi dengan ornamen relif. Di bagian tengah kuba masjid ini juga ada tulisan kaligrafi arab yang melingkar. Yakni Surah Al Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi). Kemudian di dalam masjid ini juga banyak tersedia Al Quran.
Bagian atasnya juga banyak lampu hias yang siap memancar di seluruh ruangan. Ditambah dengan mesin penyejuk, berlama-lama di masjid tersebut terasa makin terasa kenyamanannya.
Bangunan masjid ini di kelilingi pagar yang di setiap tiangnya ada lampu bertuliskan kaligrafi Asmaul Husna. Untuk masuk ke dalam masjid ini ada tiga pintu masuk dari belakang, kiri dan kanan masjid. Selanjutnya di luar masjid ini juga ada bangunan air mancur dan taman untuk tempat bermain bagi pengunjung.
Bukan itu saja, di dalam masjid ini ada Pojok Baca Digital (Pocadi) pertama di Masjid Agung Baitul Ilmi, yang diresmikan oleh Wakil Bupati Risnawanto pada Jum’at (17/11/2023) lalu. Pojok Baca Digital itu didirikan untuk meningkatkan minat baca sekaligus kemampuan menulis generasi muda di Kabupaten Pasaman Barat.
Tujuan diadakannya Pojok Baca Digital ini adalah untuk meningkatkan minat budaya baca atau literasi di Kabupaten Pasaman Barat serta mewujudkan Pasaman Barat Cerdas.
Salah satu pengunjung masjid ini Junir Sikumbang, 47, mengatakan Masjid Agung ini memang sudah terlihat masjid modern yang arsiteknya mirip masjid dari Timur Tengah. Apalagi bagian luar masjid ini terlihat yang menonjol sekali adalah bagian kubah dan empat menara yang terlihat kokoh berdiri.
Sedangkan bagian bawah masjid ini bangunannya terlihat bangunan minimalis tapi kokoh. Pembangunan masjid ini memang tidak ada hentinya. Namun agar lebih indah di bagian halaman masjid ini alangkah indahnya di tanam pohon pelindung. Sehingga bagi pengunjung yang memiliki kenderaan saat parkir akan terlindung dari panasnya matahari.
“Masjid itu kan bukan hanya untuk tempat beribadah bagi umat muslim. Tapi bagaimana agar masjid itu bisa dijadikan islamic center yang multifungsi,” kata Junir Sikumbang yang juga pengurus Dewan Mesjid Indonesia, Kabupaten Pasaman Barat dan Ketua Masjid Raya Al-Falah Jambak, Kecamatan Pasaman ini.
Jamaah masjid Andika Adi Sahputra, 38, warga Tanjung Pangkal, Kecamatan Pasaman mengatakan, keberadaan Masjid Agung ini sangat membantu bagi masyarakat yang ingin beribadah. Karena lokasinya sangat strategis. Selain dekat dengan kantor bupati, perkantoran, polres lokasinya juga persis ditepi jalan.
Dia bersama kawannya kerap menjalakan shalat di masjid ini. Karena sangat nyaman dan senang di dalamnya.”Di bagian luar juga pemandangannya sangat menarik dan parkirnya juga cukup luas,” kata Andika yang akrab dipanggil ini.
Salah satu pengurus Masjid Agung Baitul Ilmi Abd Hadi menjelaskan, selama Ramadhan ini kegiatan rutin yang dilaksanakan di masjid ini adalah ceramah subuh, ceramah dzuhur, ceramah tarwih. Lalu ada khatam Quran, Ramadhan Berbagi, pesantren Ramadhan, Iktikaf sepuluh terakhir bulan Ramadhan.
Kemudian belum lama ini lebih 1.500 orang siswa yang terdiri dari SMP Negeri 1 Pasaman, SD Negeri 09 Pasaman dan SD IT Cahaya Makkah hadir pada pembukaan kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun 1445 H/ 2024 M. Kegiatan itu seiring program unggulan Pemda Pasaman Barat tentang pembentukan Insan Religius.
Hal ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik lebih paham agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentu dengan kegiatan pesantren Ramadhan itu siswa terbiasa ke masjid, rajin ke masjid, belajar ilmu agama dan prakteknya di masjid.
“Kegiatan keagamaan di luar Ramadhan juga banyak yang rutin dilaksanakan, seperti kegiatan BKMT, TPQ, wirid Yassin dan lainnya,” kata Abd Hadi. (ROHIMUDDIN----Pasbar)
Editor : Novitri Selvia