Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kontingen Porwanas Sumbar Cetak Sejarah, Raih Medali Emas setelah 28 Tahun

Novitri Selvia • Senin, 26 Agustus 2024 | 10:26 WIB

ANUGERAH: Jayusdi Effendi dan Edi Jarot, bersama Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Ketua SIWO Sumbar Syaiful Husein, usai pengalungan medali. (TIM PORWANAS SUMBAR)
ANUGERAH: Jayusdi Effendi dan Edi Jarot, bersama Ketua PWI Sumbar Widya Navies dan Ketua SIWO Sumbar Syaiful Husein, usai pengalungan medali. (TIM PORWANAS SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kontingen PWI Sumbar berhasil mencetak sejarah dalam pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) XIV di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) 2024. Untuk pertama kali sejak 1996, kontingen PWI Sumbar berhasil mengondol medali emas. Sumbar juga berhasil meraih dua medali perunggu.

Emas diraih dalam iven tiga tahunan yang ditutup Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tadi malam (26/8) itu, datang dari cabor domino berpasangan tertutup atas nama Jayusdi Effendi dan Edi Jarot. Dua perunggu diraih lewat cabor jurnalistik kategori karya jurnalistik atas nama Reviandi dan fotografi Guspa Chaniago.

Keberhasilan ini jelas sangat berkesan. Setelah perjuangan yang harus dilalui kontingen PWI Sumbar, sebelum bertolak ke Banjarmasin. Kontingen berjumlah 32 orang ini, mengikuti enam cabang masing-masing tenis meja, biliar, atletik, karya jurnalistik, catur dan domino.

Sempat terancam tidak berangkat, namun berkat dukungan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan organisasi perangkat daerah (OPD), kontingen akhirnya bisa berangkat.

“Alhamdulillah. Lewat segala keterbatasan, kontingen PWI Sumbar tetap memberikan yang terbaik bagi Sumbar. Terima kasih atas dukungan Gubernur Sumbar Mahyeldi, OPD dan pihak-pihak yang sudah membantu keberangkatan kontingen ini,” ujar Ketua PWI Sumbar Widya Navies kepada Padang Ekspres.

Sekadar diketahui, tak mudah bagi pasangan Jayusdi Effendi dan Edi Jarot memperoleh medali emas kali ini. Domino yang dipertandingkan tidak seperti domino yang biasa dimainkan di Sumbar.

Tapi domino yang dipertandingkan, lebih sering disebut sebagai dom. Media bermainnya berbentuk kertas dengan format angka persis seperti domino. Permainan dom ini sangat populer di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Keduanya pun harus belajar dari Youtube.

Di nomor tertutup beregu ini, Jayusdi Effendi dan Edi Jarot tampil sebagai juara grup, sehingga menembus 16 besar. Di babak gugur Sumbar berturut-turut berhasil mengatasi lawan-lawannya.

Sumbar menembus semifinal setelah mengalahkan pasangan asal Jatim. Usai mengalahkan tim tuan rumah Kalsel di semifinal, keduanya berhasil meraih medali emas usai menggulung tim Sultra di partai puncak.

Ketua SIWO Sumbar Syaiful Husein mengapresiasi pencapaian ini. “Semua ini awal kebangkitan kontingen Sumbar. Dengan persiapan sangat-sangat minim dan nyaris terancam tidak berangkat, kita merebut medali 1 emas dan 2 perunggu. Selamat buat kontingen Sumbar,” ujar Syaiful.

Ketua Kontingen Sumbar, Sawir Pribadi menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, kita bisa mencapai hasil maksimal. Kita berharap, ke depan kontingen Sumbar bisa dipersiapkan lebih matang,” ujar Sawir.

Dalam catatan sejarah keikutsertaan Sumbar di Porwanas, medali emas terakhir yang pernah diraih terjadi pada tahun 1996. Saat Porwanas keenam di Bandung, Jawa Barat. Ketika itu Sumbar meraih emas dari cabang bulutangkis beregu putra.

Sumbar diperkuat Basril Basyar, Ruswan Bujang, Alamsyah Halim dan Syafrizal Yasin (alm). Selepas itu, tak ada lagi medali emas yang dibawa pulang. Padahal sudah berbagai langkah, sudah banyak persiapan dilakukan.

Kala Porwanas terakhir, di Malang, Jawa Timur, tahun 2022, Sumbar membawa dua medali perak dari cabang biliar. Keduanya dipersembahkan Yuwardi.

Tuan Rumah Juara Umum

Kemarin (25/8), Porwanas XIV resmi ditutup di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Acara penutupan ini menandai akhir dari rangkaian kompetisi yang telah berlangsung sejak 19 Agustus lalu, diikuti 1.500 para wartawan dari berbagai penjuru Indonesia yang tergabung di PWI.

Kontingen Kalsel merebut 15 medali emas. Sementara runner up diraih Jawa Barat dengan 10 emas dan peringkat ketiga Nusatenggara Barat yang meraih 4 emas. Sedangkan kontingen Sumbar meraih 1 emas dan 2 perunggu. Atas prestasi itu, Sumbar berada di posisi 16 dari 36 kontingen ambil bagian.

Penutupan Porwanas ini dihadiri sejumlah petinggi Kalsel. Gubernur Sahbirin Noor yang diwakili Asisten Administrasi Umum Ahmad Bagiawan mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas semangat, serta dedikasi yang ditunjukkan oleh semua peserta selama perhelatan ini.

Dengan partisipasi 36 kontingen dari seluruh PWI se-Indonesia, Porwanas XIV bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antar wartawan dan memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi daerah.

“Sampai jumpa di Porwanas berikutnya, di mana semangat olahraga dan persatuan wartawan akan terus bergelora,” ujar Scince Astra mewakili Ketua PWI Sumatera yang ikut andil dalam penutupan iven olahraga tersebut. (r)

Editor : Novitri Selvia
#Porwanas Sumbar #Jayusdi Effendi #PWI Sumbar #Edi Jarot #Widya Navies #Reviandi