PADEK.JAWAPOS.COM-Hanya Minggu, selain itu tiada hari tanpa membaca dan menghafal Al Quran. Berikut kisah Faizah Hayatun Nufus yang tekun sebagai hafizah cilik dari Kota Padangpanjang.
GADIS kecil, cakap dan pemberani, dengan santun menyambut salam saat dijumpai di Rumah Tahfiz Shahibul Quran yang terletak di Kelurahan Silaiang Bawah Kecamatan Padangpanjang Barat itu.
Meski baru duduk di Kelas V di SDIT, si sulung tiga bersaudara yang akrab disapa Faizah itu sangat lugas ketika berdialog. Dirinya menceritakan keseharian sebagai hafizah, yang bertekad menuntaskan 30 juz untuk menggapai cita-citanya.
“Selain di sekolah, di rumah juga setiap hari membaca dan menghafal Al Quran. Mulai pukul 19.00 – 20.00 WIB, baru melakukan pelajaran sekolah. Kemudian rutin juga menjelang Shalat Subuh, untuk mencapai satu halaman satu hari,” beber Faizah bercerita kiatnya sebagai hafizah.
Faizah yang bercita-cita menjadi guru tersebut, mengaku sangat ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Selain ingin memberikan kabahagiaan ayah dan ibunya di masa tua kelak, Hafizah tekun membaca dan menghafal Al Quran karena ingin orangtuanya masuk surga.
Karena itu Faizah menyebut selalu ingin memantapkan bacaan dan hafalan Alquran untuk mewujudkan cita-citanya dan meraih manfaat di dunia dan akhirat. Selama ini meski tinggal cukup jauh dari rumah tahfiz binaan Ustadz Esa Ahmadi itu, Faizah bisa selalu hadir diantar sang Bunda.
“Banyak sekali kebaikan yang dirasakan sebagai hafiz Quran. Di antaranya dengan hafiz ini, bisa punya tabungan dari memenangkan banyak lomba-lomba MTQ. Nanti di akhirat, bermanfaat untuk orangtua dan kita sendiri,” ujar Hafizah yang juga langganan Rangking 1 di kelasnya.
Faizah mengaku berkat hafalan Quran yang tidak pernah ditinggalkannya, banyak kemudahan yang dirasakannya selama mengikuti pelajaran sekolah.
“Selain semangat, kita juga terasa nyaman mengikuti pelajaran sekolah. Baik di sekolah, maupun di rumah ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah,” ucapnya.
Sejauh ini putri pasangan Joni Putra dan Laili Badri itu mengaku tidak ada kendala berarti yang mengganggunya untuk mencapai target hafalan setiap hari. Hafizah mengatakan dirinya sudah terbiasa setiap hari dengan Alquran, kecuali hari Minggu yang digunakan untuk bermain.
“Gangguan paling hanya adik yang bungsu terkadang suka mengganggu. Selain itu tidak ada, karena Minggu sudah berkesempatan bermain. Termasuk bermain game di handphone,” ungkap Hafizah yang sudah mengantongi lebih dari 40 piala lomba MTQ. (WARDI TANJUNG—Padangpanjang)
Editor : Novitri Selvia