Aksi siswa kelas XI Fase F 3 itu sukses menyemarakkan suasana usai upacara bendera yang dihadiri ribuan siswa dan jajaran Dinas Pendidikan Sumatera Barat.
Pesawat berwarna putih tersebut tampil lincah, melakukan manuver menukik dan berputar layaknya pesawat tempur. Atraksi ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius, Ketua Komite Darmadi dan Kepala SMA N 12 Padang Ikhwansyah.
Atraksi tersebut juga bagian dari penyambutan atas kunjungan Kadisdik Sumbar sekaligus untuk peresmian fasilitas baru di sekolah.
“Pagi ini saya menerbangkan pesawat model terbaru yang baru saya rakit kemarin. Pesawat ini saya buat untuk menyambut kunjungan Bapak Kadisdik Sumbar dan peresmian fasilitas baru di sekolah,” ujar Dhamar.
Inovasi dari Gabus Nasi dan Barang Bekas
Kehebatan pesawat RC (remote control) ini terletak pada bahan pembuatannya. Dhamar merakit pesawat berukuran 20 cm tersebut dari gabus bekas kotak nasi yang dipadukan dengan mesin dari mainan bekas.
Ternyata, pesawat tersebut ia selesaikan hanya dalam waktu satu hari pada Minggu (3/8/2025).
Menurut Kepala SMA N 12 Padang, Dr. Ikhwansyah, inovasi ini lahir dari kegiatan ekstrakurikuler berbasis teknologi dan sains (STEM) yang dikembangkan sekolah. Siswa dalam tim teknologi merakitnya secara mandiri di bawah bimbingan guru.
M Dhamar Jati Afrasy: Tekun Sejak SD
Minat Dhamar pada dunia aeromodelling sudah tumbuh sejak ia duduk di kelas 5 SD. Dengan dukungan penuh dari orang tuanya, Faridil Afrasy dan Suryati Zulhelmi Putri, ia sering membongkar mainan pesawat RC untuk dipelajari dan dirakit kembali.
“Awalnya banyak yang gagal. Pesawat sering jatuh dan rusak. Tapi saya tidak menyerah,” kata Dhamar yang pernah meraih Juara 1 dalam workshop rubber powered aeromodelling.
Ketekunan Dhamar kini telah membuahkan hasil yang membanggakan.
"Cita-cita saya ingin membuat pesawat sungguhan dan melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saya ingin seperti B.J. Habibie," ungkapnya dalam perbincangan dengan Kadisdik.
Saat ini Dhamar telah menghasilkan 40 unit pesawat mini. Karya terbesarnya adalah, menciptakan pesawat RC model ATR 72-600 Wings Air dengan bentang sayap 2 meter.
Dukungan Penuh Sekolah dan Dinas Pendidikan
Karya Dhamar mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Drs. Barlius, M.M., menyatakan bahwa kegiatan semacam ini harus difasilitasi.
“Kegiatan seperti ini perlu difasilitasi karena mengasah keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking dan problem solving,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Kepala SMA N 12 Padang, Ikhwansyah. “Kami akan terus memotivasi dan memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya. Semoga Dhamar bisa menggapai cita-citanya,” ucapnya.(jiga)
Rekam jejak dan cita-cita M. Dhamar Jati Afrasy:
-
Total Rakitan: Telah berhasil merakit 40 unit pesawat mini dengan berbagai tipe.
-
Karya Terbesar: Menciptakan pesawat RC model ATR 72-600 Wings Air dengan bentang sayap 2 meter.
-
Prestasi: Meraih Juara 1 dalam workshop rubber powered aeromodelling.
-
Aktivitas: Aktif sebagai atlet aeromodelling Kota Padang.